BangkaPosiana

Tidak Diduga dari Tempat Pembuangan Sampah, Ilmuwan Temukan Mikroorganisme Pengurai Plastik

Tempat pembuangan sampah tidak diduga-duga menjadi tempat para ilmuwan menemukan mikroorganisme dan enzim yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan

Tidak Diduga dari Tempat Pembuangan Sampah, Ilmuwan Temukan Mikroorganisme Pengurai Plastik
vchal/Getty Images/iStockphoto
Tempat pembuangan sampah. 

BANGKAPOS.COM - Tempat pembuangan sampah tidak diduga-duga menjadi tempat para ilmuwan menemukan mikroorganisme dan enzim yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah plastik di dunia.

Plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat terurai dan menjadi masalah yang serius. Baru-baru ini, misalnya, seorang mahasiswa menemukan bungkus plastik Indo Mie berusia 19 tahun yang masih utuh di pantai di Malang, Jawa Timur. Potongan kecil plastik (mikroplastik) dapat masuk ke tubuh manusia melalui air minum kemasan.

Dunia memproduksi jutaan ton sampah plastik per tahun. Indonesia sendiri “menyumbang” sampah plastik di laut terbanyak kedua di dunia (setelah Cina), yakni sebesar 0,5 juta sampai 1,29 juta ton per tahun. Jumlah ini setara dengan bobot sekitar 650 mobil Toyota Fortuner.

Fakta mengkhawatirkan ini mendorong para ilmuwan mencari mikroorganisme dan enzim yang dapat menghancurkan sampah plastik. Sejumlah riset menunjukkan bahwa semua mikroorganisme yang dapat menguraikan plastik diperoleh dari tempat pembuangan sampah akhir (TPA) atau pusat pengolahan limbah.

Para “tentara organik” tersebut telah teradaptasi dengan lingkungan penuh sampah plastik. Adaptasi dalam hal ini termasuk cara mereka memperoleh nutrisi untuk bertahan hidup bahkan berkembang biak.

Mikroorganisme mendapatkan nutrisi dengan cara memecah rantai panjang kimiawi atau polimer plastik menjadi senyawa monomernya yang ukurannya lebih kecil. Proses inilah yang mendasari gagasan penelitian dan pengembangan mikroorganisme sebagai agen bioremediasi limbah plastik.

Tempat pembuangan sampah.
vchal/Getty Images/iStockphoto
Tempat pembuangan sampah.
Jenis plastik dan kodenya dalam produk massal. Author provided

Lalu mikroorganisme apa saja yang mampu menghancurkan ikatan kimia plastik? Apa yang mempengaruhi mudah atau sulitnya mengurai plastik?

Cendawan pengurai plastik

Plastik tersusun dari rantai atom karbon yang panjang dan kompleks. Rantai panjang ini disebut polimer dan unit terkecilnya disebut monomer. Di alam, penguraian polimer plastik terjadi melalui proses fisika seperti radiasi sinar matahari, panas, tekanan, dan kelembapan yang berlangsung sangat lama.

Namun, belakangan ini diketahui bahwa beberapa jenis cendawan atau fungi bersel satu yang tidak kasat mata berpotensi menjadi agen biologis untuk menguraikan polimer plastik. Peneliti Sehroon Khan dan kawan-kawannya pada 2017 menemukan bahwa jenis cendawan Aspergillus tubingensis dalam dua bulan dapat menghancurkan jenis polimer plastik polyester polyurethane (PU) yang jadi bahan pembuatan ban dan jaket kulit sintetis. Mereka menemukan cendawan ini dari tempat pembuangan sampah di Islamabad Pakistan.

Setahun sebelumnya, Anudurga Gajendiran dan koleganya dari Vellore Institute of Technology India menemukan bahwa cendawan jenis Aspergillus clavatus yang diperoleh dari tanah TPA dalam waktu 90 hari dapat mendegradasi plastik jenis low density polyethylene (LDPE) yang digunakan untuk membuat kantong plastik dan tempat sampah.

Halaman
123
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved