Dukung Sektor Pariwisata, PLN Peduli Bina 10 Desa Wisata

Bukan hanya urusan listrik, PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (PLN Babel) juga mendukung sektor pariwisata dengan membina 10 desa wisata

Dukung Sektor Pariwisata, PLN Peduli Bina 10 Desa Wisata
IST/PT PLN
General Manager PLN Babel, Abdul Mukhlis 

BANGKAPOS.COM--Bukan hanya urusan listrik, PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (PLN Babel) juga mendukung sektor pariwisata dengan membina 10 desa wisata melalui program CSR PLN Peduli berbasis pemberdayaan yang berkesinambungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh General Manager PLN Babel, Abdul Mukhlis pada sidang pleno asosiasi fakultas ekonomi dan bisnis Indonesia (AFEBI) di Pangkalpinang siang tadi.

Kesepuluh desa wisata tersebut tersebar di Pulau Bangka dan Belitung. Seperti di desa kenanga, PLN melakukan pelestarian lingkungan hidup melalui penanaman pohon mangrove, trembesi dan tanaman produksi. Di sini pengunjung dapat menikmati paket wista tanam pohon.

Kemudian di Pangkalpinang, bersama dengan komunitas Alobi PLN melakukan pelestarian lingkungan hidup melalui pembuatan mini zoo sebagai sarana habituasi dan edukasi satwa. Di sini pengunjung dapat menikmati berinteraksi dengan satwa – satwa yang sedang di habituasi sebelum nantinya dilepaskan ke alam.

Tidak jauh dari lokasi mini zoo tersebut, PLN berkolaborasi dengan komunitas Rasau dengan mengembangkan pusat kuliner, UMKM dan taman bermain keluarga.

Sementara itu di Kabupaten Bangka Tengah PLN berkolaborasi dengan komunitas peduli hutan dengan mengembangkan produk-produk hasil agrowisata. Sedangkan di desa Sungaiselan, bersama dengan kelompok nelayan melakukan peningkatan kesejahteraan nelayan dengan penguatan fungsi koperasi.

Lebih dari itu, di Pulau Belitung kolaborasi dilakukan dengan desa Terong dengan mengelola wisata bekas lahan tambang menjadi agrowisata dan kuliner. Masih tidak jauh dari desa terong, PLN melakukan pembinaan di desa keciput dengan mengembangkan wisata penangkaran dan pelepasan penyu.

Wisata mangrove yang saat ini cukup berkembang juga digarap bersama dengan komunitas desa tanjung tinggi melalui wisata tracking mangrove dan desa sijuk melalui wisata susur mangrove menggunakan kapal listrik. Sehingga pengunjung dapat menikmati mangrove beserta dengan satwa-satwa unik di sekelilingnya.

Selain itu, di Batu Mentas PLN melakukan pembinaan melalui penangkaran menthilin yang merupakan satwa langka khas Bangka Belitung.

“Dalam mengembangkan kawasan binaan PLN selalu mengedepankan program pemberdayaan yang berkelanjutan sehingga pada akhirnya masyarakat menjadi mandiri dan memberikan dampak ekonomi dan mendorong perkembangan pariwisata,” tutup Mukhlis.

Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved