Berita Sungailiat

Hutan Konservasi Ditambang, Sungai Layang Porak-Poranda

Tambang timah inkonvensional (TI) ilegal kini merambah aliran Sungai Layang di Desa Bukitlayang Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka.

Hutan Konservasi Ditambang, Sungai Layang Porak-Poranda
Bangka Pos/ Nurhayati
Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman 

BANGKAPOS.COM-- Tambang timah inkonvensional (TI) ilegal kini merambah aliran Sungai Layang di Desa Bukitlayang Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Puluhan unit ponton TI beroperasi merusak habitat mangrove yang merupakan kawasan hutan konservasi.

Kondisi ini dikeluhkan oleh nelayan lokal, karena sungai tersebut merupakan habitat udang satang (galah) dan kepiting remangok (bakau).

"Masa wartawan sampai tidak tahu bahwa saat ini banyak sekali TI Rajuk merambah Sungai Layang dan juga dekat perkebunan sawit di Desa Bukitlayang. Kondisinya sangat memperihatinkan. Kondisi hutan bakau, mangrove jadi rusak," kata seorang warga pemberi sumber informasi kepada Bangkapos.com,Kamis (25/4/2019).

Kepala Desa (Kades) Bukitlayang, Andry dikonfirmasi terkait laporan ini, Kamis (25/4/2019) mengakui, kabar tersebut benar adanya. "Ya....tapi kami pihak desa (Bukitlayang) tidak bisa berbuat banyak (tidak mampu menertibkan TI itu -red)," keluhnya.

Padahal kata Andry, pihaknya sudah mensosialisasikan larangan tentang kerusakan kawasan hutan mangrove, sungai dan ekosistem. "Desa sudah melakukan sosialisasi dan pemasangan spanduk-spanduk bertulisan larangan, tapi apa daya penegakan hukum bukan ranahnya pemerintah desa," katanya.

Terkait aktifitas TI tanpa ijin yang terus berjalan di aliran sungai atau magrove yang dimaksud, Andry memastikan, tidak pernah ada ijin darinya ataupun masyarakat nelayan. "Desa tidak pernah membenarkan adanya kegiatan tambang yang ilegal dan kegiatan ilegal lainnya," tegas Andry.

Namun ia mengaku tak tahu jumlah pasti unit TI yang beroperasi, namun diperkirakan mencapai 100 ponton.

Kepala Kantor Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Penegakan Perundang-Undangan, Achmad Suherman dikonfirmasi terpisah, Kamis (25/4/2019) mengatakan hal yang sama. "Memang sudah banyak lagi TI ilegal (di Sungai Layang)," kata Suherman.

Kondisi tambang ilegal tersebut tak terlihat secara langsung karena keberadaannya jauh dari jangkauan. Satpol PP berencana menggandeng berbagai satuan aparat guna menertibkan aktifitas terlarang yang dimaksud. "Kondisi di lapangan itu sulit dijangkau karena harus mggunakan perahu atau speedboat. Kami, Pol PP harus koordinasi dengan unsur kepolisian, TNI dan tim gabungan lainnya," katanya.

Pada akhirnya Suherman mohon masyarakat secara sadar menghentikan kegiatan penambangan di kawasan sungai dan bakau. Imbauan ini diutarakan, sebelum tim gabungan bertindak tegas, menyita peralatan tambang dan juga menangkap pelakunya.

"Sungai Layang ini terkenal dengan hasil udang satang (galah) dan juga tempat habitat buaya, hewan yang dilindungi. Akibat TI, udang bisa mati dan buaya bisa pindah ke tempat tempat lain sehingga bisa masuk kolam pemandian warga. Itu kan bahaya. Kami mohon semua pihak agar menghentikan eksploitasi di Sungai Layang karena hutan bakau jadi rusak," imbau Suherman menyebut dalam waktu dekat ia akan berkordinasi dengan sejumlah unsur guna penertiban. (Bangkapos.com/Ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved