Berita Pangkalpinang

Menteri Susi Minta Pemda Tinggalkan Industri Ekstraktif

Menteri Susi menilai pemerintah daerah di Indonesia perlu menyusun ancang-ancang untuk meninggalkan industri berbasis ekstraktif

Menteri Susi Minta Pemda Tinggalkan Industri Ekstraktif
Ist/dok.humas ubb
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti memukul gong simbol dimulainya Sidang Pleno Afebi ke 16 di Soll Marina Hotel, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Kamis (25/4/2019) pagi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai pemerintah daerah di Indonesia perlu menyusun ancang-ancang untuk meninggalkan industri berbasis ekstraktif, kemudian beralih dan menjadikan industri produktif sebagai pilihan utama.

Pasalnya, industri ekstraktif yang menggeduk sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui itu, akan memasuki masa kemerosotan, kemudian berdampak kepada ekonomi daerah, seiring dengan habisnya cadangan sumber daya alam.

“Industri esktraktif akan meninggalkan daerah atau kota tempat mereka beroperasi. Pengalaman ini pernah dialami Amerika,” ujar Susi yang tampil sebagai pembicara utama pada Sidang Pleno Afebi ke 16 di Soll Marina Hotel, Kamis (25/04/2019) pagi.

Pernyataan serupa dikemukakan Susi Pudjiastuti ketika menjawab wartawan yang menanyakan perihal prospek industri penambangan di Kepulauan Bangka Belitung.

“Industri ekstraktif itu suatu saat akan selesai. Pemda harus segera merancang industri produktif, seperti membangun ekowisata, taman bumi atau geopark, agro dan fisheries tourism; itu industri produktif dan berkelanjutan,” tegas Susi dalam rilis UBB Pers kepada Bangkapos.com, Kamis (25/04/2019).

Menteri Susi mendukung topik Sidang Pleno Afebi ke 16 yaitu ‘Ekowisata Bahari sebagai Solusi Pertumbuhan Ekonomi Menuju Sustainable Development”. Tapi menurut Susi perlu ditambahkan dengan fokus kepada kelautan.

“Laut itu masa depan Indonesia. Kita perlu punya kedaulatan penuh dalam mengelola kelautan, dan melakukan penegakkan hukum terhadap kapal-kapal penangkap ikan ilegal,” tegas Susi.

Ia menceritakan ketika beberapa waktu setelah dipercaya sebagai menteri kelautan dan perikanan, ia mengumpulkan duta-duta besar negara tetangga yang warganya mengoperasikan kapal ikan di laut Indonesia.

“Kita ingin laut kita bebas dari operasi kapal ikan yang melakukan ilegal fishing itu. Hasilnya dapat kita lihat sekarang, stok ikan lestari di laut kita sudah meningkat tajam,” ujar Susi.

Hasil kajian komisi nasional pengkajian sumber daya ikan yang beranggotakan ahli perikanan dari berbagai universitas, lanjut Susi, stok ikan lestari Indonesia pada tahun 2011 masih sekitar 6,5 juta ton.

Halaman
12
Penulis: Herru W
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved