Berita Sungailiat

VIDEO : Warga Tolak Tambang Ilegal, Ketua HNSI Bangka Bantah Bekingi TI Tower

Puluhan nelayan pun menggelar aksi protes membentang spanduk penolakan TI jenis rajuk tower yang dikerjakan oleh para penambang asal luar Babel..

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tambang inkonvensional (TI) tanpa ijin kembali merambah Perairan Airkantung-Jeliti Sungailiat Bangka.

Kali ini, Jumat (26/4/2019), keberadaannya mendapat tentangan oleh sejumlah kelompok warga yang mengaku nelayan.

Ketua HNSI Bangka, Ridwan membantah pihaknya memberikan rekomendasi penambangan tersebut.

HNSI juga membantah soal dugaan pungutan liar (Pungli), Rp 3 Juta hingga Rp 5 Juta perponton TI.

Puluhan nelayan hari ini menggelar aksi protes. Mereka membentang spanduk penolakan TI jenis rajuk tower yang dikerjakan oleh para penambang asal luar Babel di perairan ini.

Aksi protes damai mereka lakukan di Dermaga PT Pulomas di Pantai Perairan Airkantung Sungailiat, Jumat (26/4/2019).

Seorang pengunjuk rasa yang mengaku  nelayan asal Lingkungan Paritpekir Sungailiat, Oman kepada Bangkapos.com, menyatakan protes terkait TI rajuk tower.

"Yang jadi persoalan ini TI rajuk atau TI tower yang beraktivitas itu disini dilakukan oleh penambang dari luar Bangka Belitung," kata Oman sembari menambahkan, TI menggunakan perahu tak jadi masalah.

Aktivitas TI rajuk tower tersebut menurut Oman sangat mengganggu karena limbah tambang menimbulkan tumpukan yang dinamakan gusung atau beting di dasar laut.

"Ini akan mengganggu alur lalulintas (kapal) nelayan. Beting atau gusung jika tertabrak perahu nengakibatkan fatal. Apalagi yang menggunakan akses muara atau alur Airkantung ini ribuan nelayan, semuanya terganggu," kata Oman.

Halaman
123
Penulis: ferylaskari
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved