Tepat di 1 Mei 2019, Indonesia Bakal Menjabat Sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB, Ini Jelasnya

Tanggal 1 Mei 2019, Indonesia Menjabat Sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB

Tepat di 1 Mei 2019, Indonesia Bakal Menjabat Sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB, Ini Jelasnya
minusma.unmissions.org
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK-PBB) 

Tepat di 1 Mei 2019, Indonesia Bakal Menjabat Sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB, Ini Jelasnya

BANGKAPOS.COM -- Masih ingatkah Anda ketika tahun lalu Indonesia berhasil 'memenangkan' pemungutan suara untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB?

Ya, saat itu Indonesia berhasil mengantongi 144 suara dalam sebuah pertemuan khusus di Majelis Umum PBB.

Adapun melalui perolehan suara tersebut, Indonesia berhak menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 2019-2020.

Dalam situs resmi PBB, negara akan bergantian setiap bulannya pada tahun ini untuk menjabat sebagai Presiden Dewan Keamanan.

Kini giliran tersebut diurutkan berdasarkan abjad bahasa Inggris masing-masing negara.

Sule Rela Naik Wahana Ekstrem Demi Cinta, Naomi Zaskia Nyata Beri Perlakuan Manis ke Calon Anak Tiri

Indonesia mendapatkan kesempatan menjabat Presiden DK PBB mulai 1 Mei 2019, besok.

Sejak awal tahun ini, beberapa negara telah memimpin yang dimulai oleh Republik Dominika, Guinea Khatulistiwa, Perancis, dan Jerman.

Setelah Indonesia, Presiden DK PBB akan dipegang oleh Kuwait, Peru, Polandia, Rusia, Afrika Selatan, Inggris, dan AS.

Presiden DK PBB merupakan kepala delegasi dari negara anggota DK PBB, yang bertugas memimpin rapat, mengawasi krisis, membuat pernyataan pencapaian, dan sebagainya.

Halaman
12
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved