Berita Pangkalpinang

Ponsel Ketua Tim Satgas Sawit Terus Berdering Saat Harga Anjlok

Ketua Tim Satgas Sawit, Yulizar Adnan turut sibuk saat harga sawit di Babel anjlok beberapa waktu lalu.

Ponsel Ketua Tim Satgas Sawit Terus Berdering Saat Harga Anjlok
Bangkapos.com/Dedi Qurniawan
Ketua Tim Satgas Sawit Babel Yulizar Adnan 

BANGKAPOS.COM-- Ketua Tim Satgas Sawit, Yulizar Adnan turut sibuk saat harga sawit di Babel anjlok beberapa waktu lalu. Ditambah pula banyak sawit petani tak tertampung oleh pabrik.

Masa-masa itu, ponsel Yulizar terus berdering menerima aduan dari masyarakat dan perintah dan arahan dari Gubernur Babel Erzaldi Rosman.

"Saat harga anjlok, berderang dering hp saya ditelepon oleh para petani sawit. Berderang dering juga ditelpon Pak Gub," kata lelaki yang juga menjabat Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Babel pada sosialisasi Pergub nomor 14 tahun 2019 tentang Pedoman Penetapan Harga TBS Sawit dari Pekebun di Ruang Tanjungpesona, Senin (29/4/2019) kemarin. Yulizar hadir membuka sosialisasi tersebut.

Saat sosialisasi itu, kening Yulizar sudah tak berkerut-kerut mengurus harga sawit. Sambil tersenyum dan sesekali tertawa, dia menyalami satu per satu perwakilan perusahaan, koperasi dan OPD terkait yang hadir pada sosialisasi itu.

Harga TBS memang dianggap sudah moderat bagi petani dan tidak anjlok lagi dibanding harga sebelumnya.
"Kami berharap harga normal, stabil, sehingga perusahaan dan masyarakat sama-sama diuntungkan. Kami harap begitu," ucap Yulizar kepada bangkapos.com seusai membuka acara.

Satgas Sawit bertugas mengontrol jika bisnis sawit dan perkebunan masyarakat seret dan mengalami kendala krusial di lapangan. Satgas mendapatkan informasi langsung dari petani dan perusahaan sawt.

"Kami akan cek ke lapangan, apa yang sebenarnya terjadi. Kalau kami melihat harga anjlok dan banyak sawit tak tertampung saat itu karena sedang panen raya. Kemudian, karena panennya banyak, pabrik tentunya mendahulukan mitra mereka, sehingga yang mandiri baru dilayani setelah itu, sehingga terjadi penumpukan-penumpukan," kata Yulizar.

Disinggung soal efektivias satgas sawit mengintervensi harga pasar, Yulizar mengatakan, pihaknya hanya bertugas nengecek ke lapangan dan mengimbau para pengusaha agar tetap menetapkan harga yang stabil.

"Kalau tidak sesuai kesepakatan, ya kami imbau minimal harganya yang wajar untuk petani mandiri. (Soal harga ini) kalau untuk petani mandiri memang tidak ada sanksi soal, di dalam aturan Pementan itu, petani mandiri itu memang harus melalui koperasi. Kalau yang mitra itu (harga TBS-nya) langsung diatur dalam pergub, tiap bulan diperbarui harganya," beber Yulizar.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengeluarkan beleid terbaru mengenai harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit dari Pekebun di Babel. Peraturan Gubernur nomor 14 tahun 2019 tentang Pedoman Penetapan TBS Kelapa Sawit dari Pekebun diteken sebagai jawaban permasalahan anjloknya harga TBS dan tak tertampungnya sawit petani beberapa waktu lalu.

Puluhan perusahaan, koperasi, dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah terkait di kabupaten kota kemudian diundang untuk menghadiri sosialisasi pergub ini di Ruang Tanjungpesona, Kantor Gubernur Babel, Senin (29/4/2019).

Kepala Dinas Pertanian Babel Juaidi mengatakan, setidaknya ada dua hal yang membedakan pergub terbaru ini dibandingkan pergub sebelumnya.

Pertama, soal keharusan petani sawit mandiri bergabung dalam kelembagaan yang nantinya akan bermitra dengan perusahaan, kedua, adanya sanksi bagi perusahaan jika melanggar ketentuan pergub mulai dari peringatan tertulis hingga pencabutan izin.

Selebihnya, dalam mekanisme penetapan harga TBS, pergub terbaru ini tak jauh berbeda dengan pergub sebelumnya. (Bangkapos.com/Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved