Berita Bangka Barat

Tradisi Perang Ketupat Sarat Makna, Markus Minta Dijaga

Tradisi perang ketupat di Tempilang kabupaten Bangka Barat diperingati sudah ratuan tahun lalu.

Tradisi Perang Ketupat Sarat Makna, Markus Minta Dijaga
Bangka Pos / Hendra
Tradisi peringatan perang ketupat di kabupaten Bangka Barat, Minggu (28/4/2019) 

BANGKAPOS.COM -- Tradisi perang ketupat di Tempilang kabupaten Bangka Barat diperingati sudah ratuan tahun lalu.

Tradisi ini sarat dengan makna dan pesan-pesan sosial bagi masyarakat setempat. Menjaga kelestarian alam dan berlaku baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam peringatan perang ketupat yang digelar Minggu (28/4/2019) di Pantai Pasir Kuning, Desa Tempilang hadir Bupati Bangka Barat, Markus serta Forkopimda di Bangka Barat.

Markus mengatakan tradisi perang ketupat salah satu budaya yang ada di Bangka Barat.

"Tradisi ini harus kita lestarikan dan kita tingkatkan. Banyak pesan-pesan moral yang terkandung dalam tradisi ini," ujar Markus, Minggu (28/4/2019).

Tokoh Adat Desa Tempilang, Mang Keman mengungkapkan bahwa tradisi perang ketupat ini sudah digelar sejak tahun 1801. Tradisi ini terus dipertahankan hingga saat ini.

"Tradisi perang ketupat ini mengingatkan kita ratusan tahun lalu saat kita memerangi lanun. Dari dulu memang menggunakan ketupat untuk memerangi lanun," kata Mang Keman.

Dalam tradisi perang ketupat ini mengalami beberapa perubahan. Dalam peringatan-peringatan awal perang ketupat menggunakan hanya sekitar 7 butir ketupat saja.

Namun saat ini karena banyak masyrakat yang ingin menjaga dan melestarikan tradisi perang ketupat ini, ketupatnya pun bertambah.

Mang Keman mengatakan dalam perang ketupat ini tidak hanya menampilkan perang ketupat saja.

Tapi ada juga tradisi lainnya melarung perahu bermuatan makanan ke laut, tarian, pencak silat serta memanggil sukma raga sang leluhur.

Mang Keman juga menambahkan tradisi perang ketupat ini selalu digelar sebelum memasuki bulan puasa.

Hal ini dilakukan salah satunya untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjalankan perintah Allah SWT dan ajaran-ajaran islam.

(Bangka Pos / Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved