Berita Pangkalpinang
UT Pangkalpinang Buka Sistem Belajar untuk Narapidana yang Masih di Lapas
Sistemnya sama dengan mahasiswa UT lainnya, menerapkan e-learning, jarang bertatap muka.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Direktur Universitas Terbuka Pangkalpinang, Hasmonel mengatakan, sistem pembelajaran jarak jauh yang akan diterapkan pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tidak jauh berbeda dengan sistem pembelajaran biasanya yang menggunakan pembelajaran berbasis online atau e-learning.
"Sistemnya sama dengan mahasiswa UT lainnya, menerapkan e-learning, jarang bertatap muka. Mereka cukup belajar melalui modul yang terkoneksi dengan jaringan internet," katanya,
Ia menyebutkan, pihaknya akan menyediakan wifi agar bisa mengakses materi ajar yang diunggah. Tak hanya itu, pihaknya juga akan menyiapkan satu unit laptop dan LCD untuk membantu proses pembelajaran jarak jauh.
"Sarana dan prasana untuk laptop bisa kita siapkan, 1 komputer bisa dilihat 20 orang akan kita sediakan 1 laptop dan LCD kita sediakan karena kan memang mereka tidak boleh keluar dari Lapas," sebutnya.
Untuk tutor, Hasmonel mengatakan bisa menggunakan pegawai lapas ataupun Tutor dari UT yang akan datang ke Lapas untuk membantu para mahasiswa.
Dijelaskan, sistem belajar jarak jauh ini jarang dilakukan tatap muka.
"Kegiatan tatap muka bisa kita berikan kesempatan bagi ASN atau pegawai kemenkuham untuk menjadi totur, kalau pun harus tutor dari kita, mereka akan didatangkan ke Lapas. Bahkan untuk ujian pun sudah bisa dilakukan tanpa tatap muka hanya dengan sistem Online," sebutnya.
Dikatakannya, tidak ada tes akademis ataupun seleksi bagi napi yang ingin mengikuti program ini, asalkan telah menamatkan pendidikan SMA/SMK atau paket kesetaraan C. Namun, napi mana saja yang bisa mengikuti program ini diserahkan kepada Kemenkuham.
"Ini kami harapkan di 2019 semester kedua ini sudah bisa berjalan. Untuk SOP ini kita serahkan ke Kemenkuham siapa saja yang bisa mengikuti program ini, siapaun diberikan kesempatan di didik itu lah yang akan dibina," tambahnya.
Ia menyebutkan, dengan adanya program ini bisa mempercepat pencapaian program satu rumah satu sarjana.
"Dengan kesempatan ini, akan mensukseskan program Bangka Belitung Sama Saja, satu rumah minimal satu sarjana. Sehingga nanti 5-10 tahun yang akan datang masyarakat di Babel rumah yang tadinya sarjana tidak merata, diharapkan Babel akan banyak sarjana yang merata," ujarnya.
(BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/direktur-universitas-terbuka-pangkalpinang-hasmonel.jpg)