VIDEO: Masyarakat Pesisir Desak PT Pulomas Hengkang, Begini Jawaban Kacab Perusahaan

Sejumlah warga yang mengaku sebagai nelayan, Senin (29/4/2019) menggelar aksi damai mempertanyakan kinerja pengerukan Alur Muara Airkantung Sungailiat

BANGKAPOS.COM, BANGKA --- Sejumlah warga yang mengaku sebagai nelayan, Senin (29/4/2019) menggelar aksi damai mempertanyakan kinerja pengerukan Alur Muara Airkantung Sungailiat Bangka oleh PT Pulomas.

Mereka menuding pengerukan alur muara tak optimal, dan meminta perusahan itu hengkang jika tak mampu lagi memperdalam alur muara, pintu masuk kapal nelayan.

Namun tudingan ini dibantah oleh Pihak PT Pulomas,  yang justru merasa sudah bekerja sesuai aturan. Bahkan selama sembilan tahun melakukan pengerukan, dipastikan sudah terlihat hasilnya. Namun berbeda pada pernyataan sekelompok nelayan ini.

Nelayan menuding proyek pengerukan alur muara hanya sebagai akal-akalan PT Pulomas untuk menambang pasir yang diduga mengandung pasir timah, bukan pengerukan alur.

Parman, selaku Korlap Aksi Damai Aliansi Kerukunan Masyarakat Pesisir, asal Lingkungan Paritpekir Sungailiat Bangka, Senin (29/4/2019) menyatakan, awalanya mereka bermaksud demo ke lokasi pengerukan alur muara.

Namun rencana itu tertunda karena sesuatu hal. Alhasil, nelayan ini mengutarakan aspirasi dalam agenda konprensi pers pada sejumlah awak media, Senin (29/4/2019) di Paritpekir Sungailiat.

"Terjadi pendangkalan alur muara. Dan kami mempertanyakan kok kapal (pengeruk) PT Pulomas mengambiln pasir di tengah laut, sementara pendangkalannya di mulut muara," kata Parman meminta PT Pulomas hengkang jika tak mampu lagi mengeruk alur muara ini.

Sebaliknya, Kepala Cabang (Kacab) PT Pulomas, Yanto alias Acun dikonfirmasi terpisah, Senin (29/4/2019) menduga, pernyataan sikap yang dilontarkan Parman Cs, karena ada misi lain terkait demo sekelompok nelayan beberapa hari sebelumnya yang memprotes aktifitas tambang timah ilegal (TI Tower) di perairan ini.

"Sebab sejak tiga tahun terakhir tidak ada lagi pendangkalan muara dan aktifitas nelayan tidak terganggu kok," katanya.

Mengenai tudingan penambangan berkedok pengerukan alur muara, Acun membantahnya.

Acun menyebut kompensasi pengerukan muara memperbolehkan mereka memanfaatkan material hasil pengerukan untuk dijual. Penjualan material berupa pasir tentu saja melalui prosedur atau aturan yang berlaku.

"Misal, pajak harus dibayar, harus ada IUP dan segala macam," katanya.

Lalu soal desakan Parman Cs agar PT Pulomas hengkang? Acun menyebut tak semudah itu. Apalagi pengerukan yang sudah dilakukan PT Pulomas ditetapkan berdasarkan ijin resmi pemerintah. "Kalau mereka (Parman Cs) minta kita hengkang sih...sah-sah saja. Tapi kan bukan hengkang karena ada kepentingan," sindir Acun terkait aksi damai pernyatan sikap yang tiba-tiba dilontarkan Parman Cs.

(Bangka Pos/Ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved