Berita Pangkalpinang

Lima Menit Pelajar Babel Berhasil Pecahkan Rekor Dunia MURI Tari Campak Terbanyak

Dalam waktu lima menit 1.854 Pelajar SMA/SMK se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil memecahkan Rekor Dunia MURI

Lima Menit Pelajar Babel Berhasil Pecahkan Rekor Dunia MURI Tari Campak Terbanyak
Bangkapos.com/Krisyanidayati
Para Pelajar yang menari campak memecahkan rekor dunia di kawasan Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Selasa (30/4/2019) 

BANGKAPOS.COM-- Dalam waktu lima menit 1.854 Pelajar SMA/SMK se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil memecahkan Rekor Dunia MURI dengan kategori Penyelenggaran Tari Campak Terbanyak oleh Pelajar di Kawasan Alun-Alun Taman Merdeka, Selasa (30/4/2019).

Tari Campak merupakan tarian muda mudi yang ditarikan secara berpasang-pasangan, tarian ini biasanya diiringi oleh pantun bersahut yang dinyanyikan oleh sepasang penyanyi.

Tata gerak dalam tarian ini sangat sederhana hanya maju dan mundur, bertolak belakang dan pantun bersahut dengan komposisi pola lantai belum beraturan.

Pada tahun 1980-an oleh Mochtar Aggross tarian ini baru diubah dengan memperhatikan estetika, dengan gerakan step campak, gerakan berputar sambil pegangan tangan, gerakan belah ketupat, gerakan permainan ular naga sebagai lambang keragaman suku dan gerakan berputar dengan pola lantai berbentuk bulat sebagai lambang persatuan.

Alat musik yang digunakan yang digunakan dalam tarian ini adalah biola, gendang anak, gendang induk, tawak-tawak/gong. Saat ini biola digantikan dengan akordion.

Busana penari wanita pada tarian ini menggunakan baju kurung dengan biasa kepala sanggul dan kembang goyang, busana pria menggunakan pakaian telok belango.

"Di era penjajahan Belanda dan pengaruh Portugis maka di desain pakaian pun berubah untuk penari wanita di desain mirip pakaian wanita portugis, begitu pula dengan para lelaki," kata MC saat menyampaikan sinopsis Tari Campak sebelum memecahkan Rekor Dunia MURI.

Tapi campak merupakan tari rakyat muda mudi sebagai sarana silahturahmi antar teman dan juga kerap digunakan untuk sebagai hiburan pada acara resepsi pernikahan dan adat lainnya.

Manager MURI, Triyono menyebutkan beradasarkan verifikasi pihaknya sebanyak 1.854 pelajar yang terlibat menari. Semula, yang diajukan hanya 1.400 pelajar.

"Pemecahan rekor MURI ini tergolong unik karena pertama ditarikan berpasang-pasangan, kedua gerakan variatif termasuk ada gerakan seperti ular naga. Ini unik dan dan tidak ada di daerah lainnya," katanya.

MURI menurutnya memberikan apresiasai kepada pemerintah Babel yang tetap melestarikan dan mengenalkan tarian tradisional ke generasi milenial.

"Kita tau sekarang remaja kita taunya K-Pop, ini yang harus kita apresiasi melestarikan budaya dengan melibatkan generasi muda, sehingga mereka tau dan bisa terus melestarikan," katanya. 

Kepala Dinas Pendidikan Babel,  M. Soleh mengapresiasi kegiatan yang berlangsung dengan lancar dan telah berhasil memecahkan Rekor Dunia MURI. Soleh berharap kegiatan Gebyar Pendidikan SMA/SMK/SLB ini tetap semarak. 

"Kurang lebih lima menit lah tadi tariannya, persiapannya sekitar satu bulan, anak-anak hanya geladi satu kali dan tadi lancar," katanya. (Bangkapos.com/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved