BangkaPosiana

Petani Sayur Ini Dijuluki Pembunuh Bayaran Paling Mematikan di Dunia, Ini Jumlah Korbannya

Setelah pembunuhan pertama itu, paman Santana menawarinya sebagai pembunuh bayaran bagi pemerintah

Petani Sayur Ini Dijuluki Pembunuh Bayaran Paling Mematikan di Dunia, Ini Jumlah Korbannya
Istimewa,Tribunewsbogor.com
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM--Namanya Julio Santana.

Julio Santana merupakan pembunuh bayaran paling mematikan di dunia, yang diklaim telah melakukan hampir 500 pembunuhan.

Julio Santana menjatuhkan lutut kirinya, lalu menyanggakan siku kanannya di pinggulnya dan memegang senapan berburu sampai orang yang disebut Yellow itu benar-benar dalam sasarannya.

Saat itu 6 Agustus 1971, dan Santana masih berusia 17 tahun.

Di desanya, jauh di tengah hutan hujan Amazon, dia tinggal di sebuah gubuk bersama orangtua dan dua saudara lelakinya.

Walau hanya pernah berburu tikus hutan dan monyet untuk makanan, Santana dikenal sebagai penembak jitu.

Sementara itu, pria yang akan dia bunuh itu, Antonio Martins nama aslinya, adalah seorang nelayan berusia 38 tahun dengan rambut pirang dan berkulit putih.

Santana telah melihatnya di bawah kanopi hutan yang panas selama tiga jam. Saat itu, dia kurang yakin apakah dia benar-benar bisa menarik pelatuknya.

Yellow, kabarnya, telah memperkosa seorang gadis berusia 13 tahun di desa terdekat, dan ayahnya menyewa paman Santana, pembunuh bayaran profesional, untuk membunuhnya.

Santana tahu bahwa di Amazon yang luas dan tanpa hukum, penduduk setempat kerap menjalankan hukum dengan tangan mereka sendiri selama ratusan tahun.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Suar.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved