Berita Sungailiat

Begini Kronologis Tewasnya Timses Caleg Mendobarat Versi Polisi

Tewasnya Riantino alias Rian (39), Timses Caleg Parpol di Desa Penagan Mendobarat Bangka, memancing perhatian sejumlah pihak.

Begini Kronologis Tewasnya Timses Caleg Mendobarat Versi Polisi
dok
Ilustrasi bunuh diri pakai racun 

BANGKAPOS.COM-- Tewasnya Riantino alias Rian (39), Timses Caleg Parpol di Desa Penagan Mendobarat Bangka, memancing perhatian sejumlah pihak.

Hasil penyelidikan anggota kepolisian, diketahui korban bunuh diri tersebut diduga mengalami beberapa hal, sebelum merenggang nyawa.

Berikut penjelasan Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kapolsek Mendobarat, AKP Ichwan kepada Bangka Pos, Rabu (1/5/2019).

"Bermula pada tanggal 18 april 2019, korban memotong pergelangan tangan sebelah kanan, menggunakan kapak, di belakang rumah korban sendiri (Di Dusun Airpetaling Desa Penagan Bangka)," kata Kapolsek.

Aksi nekad ini diketahui tetangga korban, hingga korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhaktiwara Pangkalpinang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dalam kondisi terluka, korban diharuskan menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut. "Rawat inap sampai tanggal 30 April 2019, setelah itu korban menjalani rawat jalan dan pulang ke rumah," katanya.

Namun proses rawat jalan ternyata tak dilakukan oleh korban. Sebaliknya korban malah menyiapkan racun rumput berwarna hijau sebanyak 1 liter. Racun tersebut dimasukan ke dalam gelas, tanpa sepengetahuan siapapun, lalu diduga korban meminum rancun rumput tersebut di dalam kamar mandi.

"Setelah meminum racun korban keluar rumah dan berkata kepada tetangganya, bahwa korban baru usai meminum racun, dan berkata "Tolong ku, ku baru minum racun rumput, ku lum nek mati". Kemudian tetangga korban mengaduk air asam untuk diminum korban, supaya korban memuntahkan racunnya," kata Kapolsek mengutip keterangan saksi yang dihimpun oleh Bhabinkamtibmas Desa Penagan.

Setelah minum air asam, korban muntah kemudian dibawa ke Pukesmas Penagan dan sekitar pukul 16:00 WIB dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi Babel.

Namun sayang, beberapa jam di ruang medis, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. "Hingga akhirnya dipastikan korban meninggal dunia sekitar jam 03:00 WIB, Tanggal 1 Mei 2019," jelas Kapolsek seraya menduga korban sempat depresi lalu pergi selamanya meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.(Bangkapos.com/Ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved