Berita Pangkalpinang

Garap Penambangan Pasir Ilegal di Hutan Lindung, Syariat Divonis 5 Bulan

Pengenaan sanksi pidana tersebut lantaran terdakwa Moge dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana

Garap Penambangan Pasir Ilegal di Hutan Lindung, Syariat Divonis 5 Bulan
Bangka Pos/Ryan A Prakasa
Terdakwa Syariat alias Moge digiring petugas usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Pangkalpinang. (Ryan Prakasa)b 

BANGKAPOS.COM - Terdakwa tersandung dalam perkara kasus dugaan aktivitas penambangan pasir galian C ilegal Syariat alias Moge, Selasa (30/4/2019) akhirnya dijatuhi vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang Kelas IB sanksi kurungan penjara selama 5 lima bulan.

Pengenaan sanksi pidana tersebut lantaran terdakwa Moge dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana dalam Pasal 158 UU No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

"Terdakwa (Syariat alias Moge -- red) dijatuhi pidana penjara selama 5 (lima) bulan," sebut majelis hakim pengadilan setempat yang menyidang perkara terdakwa saat itu.

Tak sebatas itu, terdakwa (Moge) pun dikenakan sanksi lainnya berupa membayar denda sebesar Rp 15 juta.

"Dan denda sebesar Rp.15.000.000 (lima belas juta rupiah), apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan," kata majelis hakim di hadapan terdakwa.

Syariat terjerat dalam persoalan hukum lantaran dirinya sebelumnya nekat melakukan aktivitas penambangan pasir galian C, di kawasan Kubu, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Aktivitas penambangan pasir ilegal di kawasan hutan lindung tersebut akhirnya diketahui oleh petugas intansi terkait (Dinas Kehutanan). Selanjutnya terdakwa pun akhirnya berurusan dengan pihak berwajib lantaran nekat melakukan aktivitas penambangan.

(Bangka Pos/Ryan A Prakasa)

Penulis: ryan augusta
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved