Berita Pangkalpinang

Babel Perlu Banyak Bus Sekolah untuk Tekan Tingginya Angka Kecelakaan

Kepala Dinas Perhubungan Babel Tajuddin menuturkan, bus sekolah sangat diperlukan untuk menekan tingginya angka kecelakaan dan putus sekolah

Babel Perlu Banyak Bus Sekolah untuk Tekan Tingginya Angka Kecelakaan
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Megawandi saat meninjau bus sekolah yang diberikan perusahaan tambang, di Terminal lama Bandara Depati Amir, Senin (17/9/2018). 

BANGKAPOS.COM-- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat memerlukan banyak bus sekolah. Kepala Dinas Perhubungan Babel Tajuddin menuturkan, bus sekolah sangat diperlukan untuk menekan tingginya angka kecelakaan dan putus sekolah karena minimnya ketersediaan akses transportasi yang terjangkau oleh masyarakat ke sekolah.

Menurut dia, persoalan ini terjadi di daerah-daerah pedesaan di Babel.
Selama ini, kata Tajuddin, domisili siswa dengan sekolah berjarak relatif jauh.

Walhasil, banyak siswa ke sekolah menggunakan sepeda motor atau menumpang angkutan warga dan angkutan umum.

"Memang banyak yang menggunakan sepeda motor. Ini menimbulkan kekhawatiran terjadinya kecelakaan. Berdasarkan data yang ada, korban kecelakaan itu kebanyakan anak-anak sekolah, berusia produktif. Kemudian, ada beberapa daerah atau desa yang masyarakatnya mengalami putus sekolah karena keterbatasan akses transportasi. Ini terjadi di beberapa desa di Babel," kata Tajuddin, Kamis (2/5/2019).

Dia menjelaskan, jika tak ada bus sekolah, maka biaya transportasi siswa ke sekolah terasa berat bagi masyarakat. Tajuddin mensimulasikan, seorang siswa membutuhkan Rp 20 ribu untuk biaya transportasi pergi-pulang sekolah.

"Itu satu anak. Kalau anaknya lebih dari satu maka lebih berat lagi beban orangtuanya. Makanya bus sekolah ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat," katanya.

Seluruh kabupaten kota di Babel, kata Tajuddin, sebenarnya telah memiliki bus sekolah. Hanya saja jumlahnya masih sangat kurang

Idealnya, saat ini Negeri Serumpun Sebalai memerlukan 70 bus sekolah lagi.

"paling tidak Babel butuh 70 unit lagi. Masing-masing kabupaten kota minimal ditambah 10 unit lagi," kata Tajuddin.

Saat ini, pihaknya telah mengajukan bantuan bus sekolah sebanyak 25 unit ke Kementerian Perhubungan. Belum diketahui berapa bus yang akan diakomodir oleh pusat.

Tajuddin mengatakan, dirinya sudah bertemu dengan pihak Kemenhub terkait ini.

"Mereka akan mempelajari usulan Babel sebanyak 25 unit itu. Kami juga sudah sampaikan dokumen data dukungan yang diperlukan. Jadi tinggal ditunggu saja kapan dan berapa yang akan direalisasikan. Kami berharap sebanyak-banyaknya lah," ucap dia.

Tahun lalu, Pemprov Babel mendapatkan 11 bus sekolah dari CSR perusahaan -perusahaan di Babel. Terakhir Angkasa Pura juga menyumbangkan satu bus. Delapan dari 11 bus dari CSR perusahaan sudah disalurkan ke kabupaten kota dan keperluan PPLP Babel.

"Duanya masih di kantor, pertimbangannya terkait penerima bus agar menyiapkan biaya operasionalnya dahulu. Yang delapan itu sudah jalan, tetapi ada memang yang APBD mereka belum siap (untuk biaya operasional) seperti di Kabupaten Bangka dan Bangka Barat, mereka masih siapkan ABT, sementara ini dicover oleh pemerintah desa setempat dan masyarakat," kata Tajuddin.

(BANGKAPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedy Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved