Berita Pangkalpinang

Peringati Hari Pendidikan Nasional, Gubernur Babel Bahas Kualitas Pendidikan hingga Kekurangan Guru

Pemprov Babel terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya siswa tapi juga guru.

Peringati Hari Pendidikan Nasional, Gubernur Babel Bahas Kualitas Pendidikan hingga Kekurangan Guru
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Gubernur Babel Erzaldi Rosman. 

BANGKAPOS.COM- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengatakan dalam mementum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019 pemprov Babel terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya siswa tapi juga guru.

Erzaldi mengatakan saat ini Pemprov sedang melakukan upgrading kemampuan guru diantaranya dengan menyekolahkan guru. Melatih dan meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan tidak hanya dalam belajar mengajar namun juga dalam mengelola satuan pendidikan.

"Pemprov Babel ini sekarang berpacu dengan waktu untuk mengupgrading kemampuan para guru kita dan sudah dilakukan mulai tahun kemarin di UPI, UNY, dengan ITB," katanya Erzaldi, Kamis (2/5/2019).

Saat ini menurutnya, tim dari ITB juga sudah datang untuk melakukan pra matrikulasi bagi 80 guru yang akan di tes.

"Ini dari ITB sudah datang untuk pra matrikulasi, tidak sembarangan tes. Ada 80 guru yang ikut nanti diambil 20 orang untuk matrikulasi, dan ini betul-betul  seleksi," katanya.

Diakui Erzaldi, Babel masih banyak kekurangan guru. Khsusunya guru dengan keahlian tertentu misalnya guru kejuruan untuk di SMK.

"Bagi saya, yang penting mereka bisa ngajar. Sekarang begini SMK Farmasi, masak yang ngajar guru umum, apoteker sini mau jadi guru ngajar kita kontrak jadi honor.  Selama ini komite yang bayar, udah jangan telalu memberatkan orangtua, provinsi yang bayar," kata Erzaldi.

Dikatakannya, pihaknya akan merekrut guru kejuruan dengan sistem tenaga kontrak. Pasalnya, kalau harus menunggu rekrutmen P3K atau CPNS harus melalui proses yang panjang. Padahal ini kebutuhan mendesak untuk mengajar para siswa.

"Misalnya mau guru pertanian, ini harus yang basicnya pertanian dan profesional. Mungkin mereka memang belum punya sertifikasi pendidikan guru. Ini yang mesti konsultasikan dulu kalau kita  mau angkat P3K karena ada syarat harus ada sertifikat itu. Maksud kita bisa enggak nantinya yang lulus pertanian itu kita rekrut dulu, baru nanti mereka ambil pendidikan profesi guru. Karena kalau nyari yang langsung punya PPG ini susah," sebutnya. 

Dirinya juga meminta kepala sekolah untuk mempersiapkan hal ini, misalnya dengan mulai mencari SDM Profesional dengan syarat tidak boleh ada hubungan keluarga.

"Data dan siapkan orang untuk mengisi profesional. Ini bukan honor kami angkat P3K tapi harus tes, dan ingat orang yang diusulkan tidak ada hubungan darah langsung dengan kepala sekolah," katanya.

Untuk sekolah-sekolah baru, kata Erzaldi akan dipenuhi kebutuhan gurunya secara bertahap.

"Sekolah baru kita sesuaikan kemampuan kita isi bertahap, minimal 30 persen kebutuhan guru terpenuhi," sebutnya.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved