Berita Pangkalpinang

20 Ribu Hektar Lahan Sangat Kritis di Babel Paling Dominan Akibat Pertambangan

Marwan menyebutkan setidaknya ada 20 ribu hektar lahan di Babel yang dikatagorikan sebagai lahan sangat kritis.

20 Ribu Hektar Lahan Sangat Kritis di Babel Paling Dominan Akibat Pertambangan
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Marwan 

BANGKAPOS.COM - Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Marwan menyebutkan setidaknya ada 20 ribu hektar lahan di Babel yang dikatagorikan sebagai lahan sangat kritis.

Ia menyebutkan, tak hanya lahan sangat kritis, Babel juga memiliki 1000 hektar lahan kritis. Banyaknya lahan sangat kritis ini lantaran didominasi akibat aktivitas pertambangan di Babel.

Dijelaskannya, lahan sangat kritis perlu waktu berpuluh tahun untuk memperbaikinya agar bisa produktif lagi. Selain itu, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk memberikan nutrisi mengembalikan unsur hara pada tanah.

Lahan sangat kritis yang terjadi di Babel, akibat dari tidak sesuainya penggunaan lahan dengan kemampuan lahan sehingga menyebabkan kerusakan fisik, kimia maupun biologis

"Lahan sangat kritis kita banyak 20 ribu hektar, faktor penyebab banyak karena ilegal logging, kebakaran hutan. Tapi yang paling dominan itu pertambangan yang membuat lahan menjadi sangat kritis," kata Marwan, Jum'at (3/5/2019).

Dijelaskannya, lahan bekas penambangan yang tidak dilakukan reklamasi secara tepat dan benar tidak hanya berdampak pada lahan, tapi kerusakan lingkungan yang lebih besar.

"Penambangan ilegal yang tidak melakukan reklamasi ini yang harus jadi perhatian bersama. Kadang ada juga perusahaan yang punya izin tapi penanganan pasca tambangnya enggak tepat, ini juga bisa menambah lahan kritis kita," sebutnya.

Pihaknya, terus mendorong perusahaan pertambangan untuk melakukan reklamasi sesuai rencana reklamasinya. Sehingga, kondisi lahan di Babel tidak semakin buruk.

"Ini gimana caranya mereka kan punya tanggungjawab reklamasi. Harus dilakukan karena kewajiban. Belum lagi yang tambang ilegal, makanya kita berupaya memperbaiki lahan seperti sekarang yang dekat bandara ini kita gandeng perusahan dengan CSR, komunitas pecinta lingkungan untuk mengembalikan lahan," katanya.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved