Berita Pangkalpinang

Aksi Hari Buruh yang Digelar Mahasiswa Ricuh, 7 Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Sedikitnya tujuh mahasiswa yang harus mendapatkan perawatan medis. Sebagian memilih kembali ke sekretariat kampus

Aksi Hari Buruh yang Digelar Mahasiswa Ricuh, 7 Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit
KOMPAS.com/HERU DAHNUR
Beberapa mahasiswa dirawat di Puskesmas Air Itam Pangkal Pinang, Jumat (3/5/2019) setelah unjuk rasa terkait hari buruh. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -Aksi unjuk rasa Hari Buruh yang digelar mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) di kawasan perkantoran Gubernur dan DPRD Bangka Belitung berakhir ricuh, Jumat (3/5/2019).

Sejumlah mahasiswa harus dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat bentrokan dengan aparat keamanan.

Mereka mengalami luka lebam di pelipis, bahu dan tangan "Kami berhadapan dengan aparat. Ada yang ditendang bahkan termasuk yang perempuan juga kena," kata Koordinator Mahasiswa, Rizki kepada Kompas.com, Jumat siang.

Sedikitnya tujuh mahasiswa yang harus mendapatkan perawatan medis. Sebagian memilih kembali ke sekretariat kampus untuk pengecekan lebih lanjut.

Rizki tidak menyangka aksi bersama puluhan mahasiswa menggunakan seragam almamater lengkap akan mendapatkan tindakan kekerasan.

"Di depan DPRD kami dihadang, diterjang. Padahal ini bagian dari aksi hari buruh," ujarnya.

Terkait kejadian tersebut Kompas.com telah mengajukan konfirmasi kepada Kabag Ops Polres Pangkal Pinang Kompol Sahbaini dan Kapolsek Bukit Intan AKP Adi Putra.

Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

10 Tuntutan Buruh

Sebelumnya pada saat memperingati hari buruh, Rabu (1/5/2019) di halaman kantor wali kota Pangkalpinang, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bangka Belitung, Darusman menyampaikan 10 poin tuntutan buruh secara nasional.

Isi dari tuntutan yang disebut sebagai Sepuluh Tuntutan Rakyat (Sepultura) tersebut adalah :

1. Hapus outsourching/kerja kontrak.
2. Tolak politik upah murah, dan berlakukan upah layak nasional.
3. Tolak PHK, union busting, dan kriminalisasi aktivis buruh.
4. Laksanakan hak buruh perempuan, lindungi imigran.
5. Tangkap dan adili perusahaan-perusahaan nakal.
6. Turunkan BBM dan kebutuhan pokok rakyat.
7. Berlakukan jaminan sosial, bukan jaminan asuransi sosial.
8. Pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat.
9. Tolak privatisasi dan bangun industri nasional untuk kesejahteraan rakyat.
10. Tanah dan air untuk kesejahteraan rakyat.

Untuk Bangka Belitung, Darusman mengatakan akan menyesuaikan sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat, mengingat masyarakat Bangka Belitung yang adem dan tidak banyak menuntut.

"Bukan tidak menuntut, tapi tidak banyak menuntut. Dikarenakan faktor takut menuntut, dak kawa nyusah, kemudian ditunjang dengan kreatifitas masyarakat Bangka selain bekerja formal juga bekerja informal, ternyata itu juga yang membuat mereka tidak banyak bersuara," ujar Darusman, Rabu (1/5) saat ditemui di lokasi acara.(Kompas.com/bangkapos.com)

Artikel ini sebagian telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ricuh Aksi Hari Buruh, 7 Mahasiswa di Babel Dilarikan ke Rumah Sakit",

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved