Berita Pangkalpinang

Aliansi Mahasiswa Babel Gelar Aksi Damai di Dinas Pendidikan Tuntut 8 Hal

Ratusan mahasiswa gabungan dari beberapa Universitas Bangka Belitung yang menamakan diri dengan Aliansi Mahasiswa Bangka Belitung menggelar aksi damai

Aliansi Mahasiswa Babel Gelar Aksi Damai di Dinas Pendidikan Tuntut 8 Hal
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Ratusan mahasiswa gabungan dari beberapa Universitas Bangka Belitung yang menamakan diri dengan Aliansi Mahasiswa Bangka Belitung menggelar aksi damai di depan Kantor Dinas Pendidikan Babel, Jum'at (3/5/2019). 

BANGKAPOS.COM - Ratusan mahasiswa gabungan dari beberapa Universitas Bangka Belitung yang menamakan diri dengan Aliansi Mahasiswa Bangka Belitung menggelar aksi damai di depan Kantor Dinas Pendidikan Babel, Jum'at (3/5/2019).

Aksi yang diikuti mahasiwa dari Universitas Bangka Belitung, STI Pertiba, STKIP Muhamadiyah, IAIN SAS ini menyuarakan beberapa aspirasi di bidang pendidikan.

Sebelumnya, mereka juga menggelar aksi di Kantor DPRD Babel dengan menyuarakan delapan point di bidang tenaga kerja dan pendidikan.

"Kami Aliansi Mahasiswa Bangka Belitung, menyampaikan pernyataan sikap dan semacam refleksi dalam peringatan Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional, menyuarakan aspirasi kami, hari ini yang hadir sekitar 200 orang," kata Presiden Mahasiwa UBB, yang sekaligus orator, Janovan, di dinas pendidikan Babel.

Dikatakannya, ada beberapa permasalahan yang terjadi di Babel di dunia pendidikan, misalnya ia mencontohkan pendidikan di daerah terpencil pulau Nangka yang gurunya terbatas.

"Dalam memperingati hari pendidikan nasional. Bahwa ada beberapa masalah pendidikan, misalnya di desa terpencil belum ada pemerataan pendidikan, misalnya di Pulau Nangka guru nya yang ada disana karena terpaksa kalau ada yang melakukan kesalahan dilempar karena, fasiltas siswa di SD Pulau Bangka enggak punya keran air ini.  Pendidikan bukan hanya kuantitas, misalnya dapat penghargaan ini dan itu, tapi kondisi dilapangan memprihatinkan," katanya.

Dibidang ketenagakerjaan, pihaknya menyoroti banyak perusahan di Babel yang belum menerapkan Upah Minimum Provinsi (UMP).

"Di Hari buruh kami menuntut kesesuaian upah, kita lihat masih banyak yang bekerja tidak sesuai dengan jam kerjanya dan dibayar dibawah UMP," sebutnya.

Mereka disambut langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Babel, Rita Aryani dan beberapa kepala bidang.

"Pak kepala dinas sedang dinas luar, apa yang menjadi aspirasi ini akan kami sampaikan dengan pak Kepala Dinas," kata Rita.

Adapun beberapa hal yang menjadi tuntutannya:

1. Menuntut pemangku kebijakan bertindak tegas terhadap seluruh instansi/tempat kerja untuk memberikan upah sesuai UMR yang mengacu pada dasar hukum ketenagakerjaan. Serta memberikan buruh kesesuaian waktu bekerja.
2. Menuntut pemangku kebijakan untuk memberikan perlindungan serta perhatian terhadap kesejahteraan, keselamatan, serta jaminan status kerja.
3. Menuntut pemangku kebijakan menghapus sistem outsourcing dan sistem kontra kerja yang menyengsarakan buruh
4. Menuntut pemerintah melaksanakan pelatihan dan pemberdayaan tenaga kerja secara menyeluruh guna menunjang kualitas SDM Indonesia yang dapat bersaing dengan tenaga kerja asing
5. Menuntut Pemerintah melakukan pemerataan dalam sistem, proses, serta kualitas pendidikan di berbagai daerah di Babel sesuai UUD 1945 pasal 31 ayat 1
6. Menolak serta mengecam segala bentuk pungutan liar di dunia pendidikan
7. Meminta pemerintah mengevaluasi penerapan kurikulum sekolah formal, serta melakukan perbaikan sistem pendidikan secara tanggap dalam pembentukan karakter bangsa.
8. Menuntut pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih terhadap jaminan kesejahteraan dan pemberdayaan kualitas pada guru, khususnya guru honorer.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved