BangkaPosiana

Faisal bin Abdulaziz, Raja Saudi yang Tewas di Tangan Keponakan Sendiri

Faisal bin Abdulaziz naik takhta setelah Raja Saud mengundurkan diri atas bujukannya.

Faisal bin Abdulaziz, Raja Saudi yang Tewas di Tangan Keponakan Sendiri
WIKIPEDIA / SAUDI PRESS AGENCY
Raja Faisal bin Abdulaziz bin Abdurrahman as-Saud. 

BANGKAPOS.COM - Faisal bin Abdulaziz naik takhta setelah Raja Saud mengundurkan diri atas bujukannya.

Selama menjabat, Raja Faisal dikenal sebagai pemimpin yang berhasil menstabilkan birokrasi kerajaan. Pemerintahannya juga mendapat popularitas yang cukup tinggi meski menghadapi kontroversi.

Faisal bin Abdulaziz lahir di Riyadh, pada 14 April 1906. Dia adalah anak ketiga dari Raja Abdulaziz.

Ibunya, Tarfa binti Abdullah bin Abdullatif Al Sheikh, yang menikah dengan Raja Abdulaziz pada 1902. Di usia enam tahun, Faisal ditinggal mati ibunya.

Faisal memiliki seorang saudara perempuan yang se-ibu, bernama Nurah.

Lahir di kalangan keluarga kerajaan, Faisal yang menyandang gelar pangeran, sudah harus terlibat dalam urusan kerajaan sejak belia.

Pada 1919, saat Raja Abdulaziz mendapat undangan untuk mengunjungi London, Pangeran Faisal yang dikirim untuk mewakili dan menjadi anggota keluarga kerajaan Arab Saudi pertama yang berkunjung ke Inggris.

Kunjungannya berlangsung selama sekitar lima bulan, di mana dia bertemu dengan banyak pejabat pemerintahan Inggris.

Pangeran Faisal juga menjadi anggota keluarga kerajaan Saudi pertama yang mengunjungi Perancis dalam kunjungan resmi kerajaan.

Sebagai salah satu putra tertua raja Saudi, Pangeran Faisal memegang tanggung jawab yang besar dalam pemerintahan Arab Saudi.

Salah satunya adalah merebut kendali wilayah-wilayah seperti Hail dan Asir pada 1922, di mana Faisal diutus memimpin pasukan berjumlah 6.000 orang. Wilayah Asir jatuh ke tangan Arab Saudi pada akhir tahun itu.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved