Breaking News:

BangkaPosiana

Faisal bin Abdulaziz, Raja Saudi yang Tewas di Tangan Keponakan Sendiri

Faisal bin Abdulaziz naik takhta setelah Raja Saud mengundurkan diri atas bujukannya.

WIKIPEDIA / SAUDI PRESS AGENCY
Raja Faisal bin Abdulaziz bin Abdurrahman as-Saud. 

Dia mencopot sejumlah pejabat yang setia pada Raja Saud dengan menggantikan mereka dengan pangeran yang disukainya untuk jabatan militer dan keamanan.

Saat Raja Saud kembali, Pangeran Faisal menuntut agar dirinya diangkat menjadi wali raja hingga peran raja hanya sebatas peran seremonial.

Pangeran Faisal mendapat dukungan dari para elit ulama dan anggota keluarga kerajaan, yang mendesak Raja Saud mengabulkan tuntutan Pangeran Faisal.

Sempat menolak, Raja Saud akhirnya menyetujui mengangkat Pangeran Faisal sebagai wali raja, setelah kalah pendukung. Pada 4 Maret 1964, Pangeran Faisal resmi diangkat menjadi wali raja Arab Saudi.

Upaya Pangeran Faisal untuk merebut kekuasaan dari Raja Saud tidak berhenti sampai di sini, karena di tahun yang sama, dia kembali menggelar pertemuan petinggi kerajaan dan elit ulama untuk menyerukan raja turun takhta.

Raja Saud yang sudah tak memiliki kekuasaan akhirnya setuju untuk mundur dan Pangeran Faisal resmi diangkat menjadi raja Arab Saudi pada 2 November 1964. Sementara Saud diasingkan ke Mesir sebelum akhirnya menetap di Yunani.

Selama berkuasa, Raja Faisal dikenal sebagai salah satu raja dengan pengaruh besar dalam perkembangan Kerajaan Arab Saudi, salah satunya dalam membawa pandangan modern.

Bahkan saat masih menjadi pangeran mahkota, Raja Faisal telah berhasil menghapuskan perbudakan di Arab Saudi.

Sebagai raja, Faisal juga menjadi salah satu tokoh Timur Tengah yang tegas dalam menolak pengaruh dan dominasi AS maupun Uni Soviet.

Raja Faisal secara tegas mengkritik standar ganda negara Barat terkait kemerdekaan Palestina.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved