Breaking News:

BangkaPosiana

Faisal bin Abdulaziz, Raja Saudi yang Tewas di Tangan Keponakan Sendiri

Faisal bin Abdulaziz naik takhta setelah Raja Saud mengundurkan diri atas bujukannya.

WIKIPEDIA / SAUDI PRESS AGENCY
Raja Faisal bin Abdulaziz bin Abdurrahman as-Saud. 

Ini menyebabkan Raja Faisal melakukan boikot minyak ke negara Barat yang dianggap terlalu membela Israel. Aksi ini mengakibatkan krisis minyak pada 1973.

Dibunuh Keponakan

Setelah hampir 12 tahun berkuasa, tepatnya pada 25 Maret 1975, terjadi tragedi dalam kerajaan Arab Saudi, di mana sang raja tewas terbunuh di hadapan audiensi kerajaan.

Raja Faisal tewas akibat dua luka tembak yang disebabkan oleh keponakannya sendiri, Pangeran Faisal bin Musaed, dari jarak dekat.

Kejadian bermula saat Raja Faisal hendak mencium keponakannya itu. Namun ketika raja membungkukkan badannya, terdengar suara letusan senjata dan selanjutnya tubuh Raja Faisal tersungkur.

Raja mengalami luka tembak di bagian kepala, yakni pada dagu dan telinga.

Raja Faisal sempat dilarikan ke rumah sakit namun dokter menyatakan tak berhasil menyelamatkan nyawa raja akibat luka tembak yang terlalu parah. Raja Faisal meninggal di hari itu di usia 69 tahun.

Menyusul kematian raja, kerajaan Arab Saudi memperingati tiga hari berkabung dan seluruh kegiatan pemerintahan ditangguhkan.

Pelaku penembakan raja, Pangeran Faisal, yang awalnya disebut tak waras, akhirnya dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan melakukan aksi pembunuhan secara sadar. Dia dihukum penggal di hadapan publik di Riyadh.

Sementara jenazah Raja Faisal dimakamkan di pemakaman Al Qud di Riyadh, pada 26 Maret 1975.

Kehidupan Keluarga

Sepanjang hidupnya, Raja Faisal sempat menikah dengan empat perempuan, dengan tiga istrinya datang dari kalangan penguasa di Arab Saudi.

Pernikahan pertama Raja Faisal adalah dengan Sultana binti Ahmed Al Sudairi, yang dinikahinya saat Raja Faisal masih berstatus pangeran dan berusia 15 tahun.

Dari pernikahan itu, Raja Faisal memiliki seorang putra bernama Abdullah.

Pernikahan kedua Raja Faisal adalah dengan Iffat Al Thunayan, yang lahir dan dibesarkan di Turki. Keduanya menikah pada 1932 di Jeddah, dan memiliki sembilan anak

Istri ketiga Raja Faisal bernama Al Jawhara binti Saud, yang dinikahi raja pada 1935. Al Jawhara masih merupakan kerabat raja, yakni putri dari bibinya, Noura binti Abdul Rahman.

Dari pernikahan ketiganya, Raja Faisal mendapat seorang putri yang diberi nama Munira.

Pernikahan keempat Raja Faisal adalah dengan Haya binti Turki. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Biografi Tokoh Dunia: Faisal bin Abdulaziz, Raja Saudi yang Tewas di Tangan Keponakan

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved