Advertorial

International Class on Asian Community Kerjasama FISIP UBB

INTERNATIONAL Class on Asian Community kerjasama FISIP UBB dengan One Asia Foundation kembali diselenggarakan di rektorat baru UBB

International Class on Asian Community Kerjasama FISIP UBB
Istimewa
INTERNATIONAL Class on Asian Community kerjasama FISIP UBB dengan One Asia Foundation kembali diselenggarakan di rektorat baru Universitas Bangka Belitung, Kamis (2/5), mulai pukul 13.30 WIB-16.30 WIB. 

BANGKAPOS.COM -- International Class on Asian Community kerjasama FISIP UBB dengan One Asia Foundation kembali diselenggarakan di rektorat baru Universitas Bangka Belitung, Kamis (2/5), mulai pukul 13.30 WIB-16.30 WIB. Hingga kemarin, perkuliahan sudah dilaksanakan sebanyak 12 kali.

Materi yang disajikan dalam perkuliahan kali ini bertema “Japan and Indonesia: Mutual Relationship”. Adapun penyampaian materi dipercayakan kepada narasumber dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dr (cand) Dianni Risda, dengan moderator Panggio R Wilujeng, M.Si, yang merupakan salah satu dosen di FISIP.

Pada kesempatan tersebut, banyak hal yang dibahas oleh Diani. Salah satunya, mengenai berbagai macam permasalahan yang dihadapi oleh Jepang serta nilai-nilai positif yang dapat diambil dari negara tersebut.

“Ada beberapa masalah yang dihadapi Jepang saat ini, di antaranya keterbatasan sumber daya alam, sumber daya manusia, aging society, permasalahan alam, dan ekonomi yang sudah mengalami stagnasi,” kata Dianni kepada audience (hadirin).

Namun, ada beberapa upaya mereka untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu memberikan banyak kemudahan bagi mahasiswa-mahasiswa asing berkuliah di sana, dengan maksud menangani keterbatasan sumber daya manusia. Kemudian, membuka sektor baru dalam bidang pariwisata.

“Nah, yang menarik dari Jepang adalah apabila mereka mengalami suatu kendala maka mereka berupaya untuk mencari cara menangani masalah tersebut,” ujar Dianni.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk mengikuti nilai-nilai positif yang diterapkan di Jepang. Di antaranya disiplin waktu, akurat, kerja keras, loyalitas terhadap pekerjaan, inovasi, kaizen, nasionalisme, dan kecintaan terhadap budaya tradisional.

Diani menyebut bahwa Jepang merupakan salah satu negara terpintar dalam berinovasi, seperti tokoh kartun di anime Jepang. Awalnya mereka belajar dari Amerika. Kemudian, mereka terapkan di Jepang namun dengan inovasi dan kreativitas yang berbeda.

“Inovasi berasal dari angan-angan. Dahulu saya berangan-angan untuk bisa berbicara dengan saudara saya yang berada jauh dari saya dengan bertatap muka, tetapi sekarang semua itu bisa dilakukan semua orang dengan cara video call, jadi jangan ragu untuk berangan-angan,” tutur Dianni sembari memberikan motivasi kepada mahasiswa.

Dia juga mengatakan bahwa social control di Jepang sangat luar biasa. Di sana, semua orang saling mengingatkan dan menegur ketika di antara mereka ada yang membuat kesalahan.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved