Info Kesehatan

Sering Menatap Ponsel dengan Tingkat Kecerahan Maksimal, Ini yang Terjadi Pada Mata

Seorang perempuan muda dari Taiwan ini harus menanggung kerusakan yang serius pada mata kirinya akibat kelalaiannya sendiri.

Sering Menatap Ponsel dengan Tingkat Kecerahan Maksimal, Ini yang Terjadi Pada Mata
Tribun Medan
Ilustrasi main handphone 

BANGKAPOS.COM - Seorang perempuan muda dari Taiwan ini harus menanggung kerusakan yang serius pada mata kirinya akibat kelalaiannya sendiri.

World of Buzz melansirkan bahwa perempuan yang berusia 25 tahun tersebut selalu mensetting layar ponselnya dengan tingkat kecerahan yang maksimal.

Kebiasaan yang selalu dilakukannya selama dua tahun ini mengakibatkan kerusakan serius pada matanya yakni dengan munculnya sekitar 500 lubang kecil pada kornea matanya.

Diketahui perempuan bermarga Chen ini bekerja sebagai sekretaris yang mengharuskannya selalu memeriksa ponselnya dan merespon pesan yang berhubungan dengan pekerjaannya.
Ilustrasi perempuan sedang bermain ponsel
Ilustrasi perempuan sedang bermain ponsel (Apple Daily)

Sejak dua tahun yang lalu, Chen selalu mengatur kecerahan layar pada smartphone-nya secara maksimal dengan tujuan dia dapat dengan mudah membaca pesannya.

Sebenarnya mengatur tingkat kecerahan maksimal pada ponsel bukanlah suatu hal berbahaya, namun yang menjadi kesalahannya ketika hal itu dilakukan setiap saat.

Chen mengaku bahwa lewat ponselnya itu dia selalu menonton serial drama favoritnya dalam beberapa jam sekaligus dalam keadaan lampu yang mati namun tingkat kecerahan ponsel yang tinggi.

Dan dia sudah mulai terbiasa dengan layar ultra-terang tersebut, namun pada Maret tahun lalu dia mulai merasa tidak nyaman.

Chen sering terbangun dengan mata merah dan menderita penglihatan kabur sepanjang hari, namun dia tidak segera mencari bantuan medis.

Sebaliknya, dia memutuskan untuk mengobati gejalanya dengan tetes mata yang tidak banyak membantu.

Kurang dari empat bulan kemudian, ketika kondisinya memburuk dan dia mulai mengalami sengatan di mata kirinya, akhirnya dia berkonsultasi dengan dokter spesialis mata.

Halaman
12
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved