Berita Pangkalpinang

Kata Gubernur Erzaldi Soal Kenaikan Gajo Honorer yang Terganjal Aturan

Pemerintah memiliki tugas lain untuk penataan honorer ini selain kenaikan gaji yang tengah diajukan ini.

Kata Gubernur Erzaldi Soal Kenaikan Gajo Honorer yang Terganjal Aturan
BANGKA POS / DEDY QURNIAWAN
Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan rencana kenaikan gaji honorer sebenarnya sudah disiapkan sebagai bagian dari efieisensi anggaran yang dilakukan oleh Pemprov Babel. DPRD Babel kemudian meminta hal ini dikonsultasikan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Dan atas saran dari Kemendagri minta diparipurnakan, ya silakan saja diparipurnakan. Pak Ketua bersama DPRD lah (mengenai kepastian kapan berlaku), yang pasti uangnya sudah ada, dan cukup," kata Erzaldi, Senin (6/5) kemarin. Ini ia nyatakan terkait rencana kenaikan gaji para honorer dari Rp 2,2 juta jadi Rp 2,7 juta pada bulan ini akibat terganjal aturan.

Dia menejelaskan, pihaknya berniat melakukan efisiensi dan mengoptimalkan kinerja. Efisiensi sudah dilakukan dan kinerja diklaim sudah ke arah yang baik.

"Tetapi harus dipacu lagi kinerja ini, kemarin ASN sudah dapat TPP, masa' honorer tidak dapat. Pertimbangan kami seperti itu, dan lagi pula honorer pemprov ini gajinya di bawah UMP, harus dipacu. Toh duitnya ada, kenapa tidak. Selain memenuhi UMP, kami juga berkeinginan kesejahteraan dan kinerja mereka meningkat,"kata Erzaldi.

Dia menambahkan, pemerintah memiliki tugas lain untuk penataan honorer ini selain kenaikan gaji yang tengah diajukan ini. Ke depan, gaji honorer akan disesuaikan sesuai dengan kemampuan dan tugasnya.

"Bukan hanya tamat SMA, tetapi profesinya akan membedakan, karena kita sudah berbasis kinerja," ucap Erzaldi.

Orang nomor satu di Babel itu juga memgatakan, pemerintah juga akan menyampaikan kepada DPRD Babel mengenai profesi guru dengan status honorer. Ini akan disampaikan pada pembahasan anggaran.

Para guru honorer rencananya akan diseleksi kembali oleh pemerintah untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

"Guru ini, sudah ada pengecekan kemarin, semuanya honor, dan sangat membebani masyarakat, Guru-guru honorer ini akan kami tes lagi, selama mereka memenuhi syarat, mereka akan kami angkat sebagai P3K. Ini dalam rangka kami mengedepankan pendidikan vokasi yang sedang digencar-gencarkan oleh pemerintah pusat. Jadi penerimaan guru hinirer ini, akan kami angkat melalui P3K sehingga beban masyarakat lewat iuran komite itu berkurang," beber Erzaldi.

Dia menambahkan, kebijakan serupa juga akan diterapkan oleh pemerintah untuk beberapa tenaga teknis lainnya seperti di Pekerjaan Umum, Pertanian dan Perikanan, serta UMKM. Belum diketahui bagaimana teknis lebih lanjut mengenai rencana ini.

"Kalau teknis lainnya, Babel perlu di dinas Pertanian dan Perikanan. Sama PU tidak begitu banyak, sama UMKM. Tiga ini kita perlu profesional. UMKM ini terkait digital marketingnya," ujar Erzaldi.

(Bangka Pos / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved