Ternyata Boeing Sudah Tahu Masalah MCAS 737 MAX Setahun Sebelum Lion Air Jatuh

Saat ini semua negara sudah memberlakukan larangan terbang bagi Boeing 737 MAX. Saham Boeing langsung anjlok di bursa saham internasional.

Ternyata Boeing Sudah Tahu Masalah MCAS 737 MAX Setahun Sebelum Lion Air Jatuh
Lion Air
Ilustrasi: Boeing 737 Max 9 Lion Air 

BANGKAPOS.COM--Perusahaan Boeing ternyata sejak lama sudah mengetahui ada kesalahan pada sistem peringatan dini MCAS yang dipasang di pesawat Boeing 737 Max, kata perusahaan itu dalam pernyataan yang dirilis hari Minggu (5/5). Namun informasi tentang masalah itu tidak diteruskan kepada badan pengawas lalu lintas udara yang mengawasi keamanan penerbangan.

Boeing sekarang mengakui, para insinyur telah mendeteksi kesalahan sistem peringatan itu bulan Mei tahun 2017, hanya beberapa bulan setelah pesawat Boeng 737 MAX mulai dikirim kepada maskapai pembeli.

Setelah masalahnya diidentifikasi, Boeing lalu melakukan pemeriksaan internal yang hasilnya, kesalahan teknis itu "tidak berdampak pada keamanan penerbangan" pesawat tersebut, demikian disebutkan dalam pernyataan yang dirilis Boeing hari Minggu (5/5).

"Bukan risiko untuk penerbangan"

Dalam pernyataannya Boeing mengatakan, jajaran pimpinan perusahaan memang tidak mendapat informasi mengenai pemeriksaan internal yang dilakukan setelah kesalahan teknis itu diidentifikasi.

Para direktur baru mendapat informasi setelah pesawat Boeing 737 MAX Lion Air jatuh ke laut, 29 oktober 2018. Tidak ada penumpang pesawat yang selamat dalam kecelakaan itu.

Otoritas Penerbangan AS, FAA, juga baru diberitahu tentang kesalahan MCAS sekitar satu minggu setelah jatuhnya Lion Air.

Bulan Desember kembali dilakukan pemeriksaan, yang hasilnya juga menyimpulkan bahwa kesalahan itu tidak menimbulkan risiko penerbangan.

Pada 10 Maret 2019, pesawat Boeing 737 MAX milik Ethiopian Airways jatuh dekat Addis Ababa, hanya beberapa saat setelah lepas landas. Seluruhnya penumpangnya tewas.

Penyelidikan otoritas setempat makin menguatkan dugaan bahwa jatuhnya pesawat disebabkan oleh kesalahan sistem MCAS, yang berulangkali secara otomatis menukikkan hidung pesawat, sementara pilot berusaha menaikkan pesawat.

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved