Berita Pangkalpinang

ASPROV PSSI Babel Resmi Protes Final Piala Pertiwi

Akwen panggilan akrab Mintra Jaya mengatakan ada dua keputusan wasit yang fatal dan sangat merugikan Kesebelasan PS Babel.

ASPROV PSSI Babel Resmi Protes Final Piala Pertiwi
istimewa
Dua screnshoot video tayangan langsung tv PSSI bukti keputusan wasit yang merugikan PS Babel dalam final piala Pertiwi lalu 

BANGKAPOS.COM -- Asprov PSSI Bangka Belitung Selasa (7/5/2019) secara resmi akan mengajukan protes kepada penyelenggara piala Pertiwi yang digelar untuk tim sepakbola wanita.

Protes ini terkait final antar PS Babel (Bangka Belitung) menghadapi PS Sumsel (Sumatra Selatan) yang berakhir untuk kemenangan PS Sumsel. PS Sumsel berhasil meraih juara dengan kemenangan 2-1 atas PS Babel yang berlangsung di Lapangan Sepakbola Sawangan Depok yang berlangsung 3 Mei 2019 lalu. Pihak Asprov Babel mengatakan kepemimpinan wasit Deliana Fatmawati merugikan PS Babel.

"Protes resmi akan kita layangkan surat protes dengan bukti rekaman video terkait keputusan wasit yanng merugikan PS Babel," kata Mintra Jaya Sekum Asprov PSSI Bangka Belitung.

Akwen panggilan akrab Mintra Jaya mengatakan ada dua keputusan wasit yang fatal dan sangat merugikan Kesebelasan PS Babel. Pertama keputusan pada menit ke 43 saat pemain PS Babel No 3 menyelamatkan area pertahanan dengan menendang bola yang dikuasai pemain PS Sumsel di dalam kotak pinalti.

Terlibat pemain PS Babel tersebut berhasil menghalau bola dan pemain PS Sumsel melompat kemudian baru menjatuhkan diri. Saat itu wasit langsung memberikan hadiah pinalti karena menganggap terjadi pelanggaran.

"Wasit sangat tidak jeli karena bola bersih dihalau pemain PS Babel malah dianggap pelanggaran sangat merugikan karena PS Sumsel mendapatkan hadiah pinalti," kata Akwen.

Akwen menambahkan kemudian pada menit ke 60 terjadi diarea penalti gawang PS Sumsel. Saat itu terjadi hansball yang dilakukan oleh pemain PS Sumsel. Kejadian tesebut saat itu salah seorang pemain PS Babel bernomor punggung melakukan crossing salah pemain PS Sumsel terlihat jelas sembari menjatuhkan diri menahan laju bola dengan tangan. Namun wasit membiarkan kejadian tersebut.

"Harusnya kita mendapatkan pinalti karena itu murni terjadi handsball," kata Akwen

Pihak Asprov PSSI Bangka Belitung menurut Akwen menyadari protes yang diajukan tidak akan merubah hasil Final Piala Pertiwi. Namun ini dilakukan agar kepemimpinan wasit di Piala Pertiwi khususnya dan sepakbola wanita semakin baik serta tidak merugikan kesebelasan manapun..

"Tujuan kita agar kepemimpinan wasit di sepakbola wanita semakin berkualitas dan tidak ada lagi tim yang dirugikan akibat salah mengambil keputusan," kata Akwen.

(Bangka Pos/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved