Berita Sungailiat

Bos Kecap Sungailiat Mengaku Salah Minta Hakim Ringankan Hukuman

Bos Pabrik Kecap Kudai Sungailiat, Osin Efendi alias Jungsin mengaku bersalah.

Bos Kecap Sungailiat Mengaku Salah Minta Hakim Ringankan Hukuman
Bangkapos.com/Ferry Laskari
Bos Kecap Merek SS dan Merek Siong, Terdakwa Husin Efendi alias Jungsin, duduk di kursi pesakitan PN Sungailiat Bangka, guna menjalani sidang, Selasa (2/4/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Bos Pabrik Kecap Kudai Sungailiat, Osin Efendi alias Jungsin mengaku bersalah.

Ia kemudian meminta hakim meringankan hukuman, karena alasan menderita penyakit jantung.

Sikap ini diutarakan terdakwa Osin Efendi melalui Pengacaranya di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat Bangka.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka, R Jeffri Huwae diwakaili Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pratama Hadi, Selasa (7/5/2019) mengatakan proses sidang pembelaan (pledoi) digelar, Senin (6/5/2019).

Sidang beragenda pledoi tersebut berjalan lancar, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Sarah Louis Simanjuntak.

"Saat sidang Senin kemarin, peldoi atau nota pembelaan dibacakan oleh penasihat hukum terdakwa. Intinya terdakwa minta keringanan hukuman karena terdakwa sakit jantung. Terdakwa berjanji tidak akan mengulangi salahnya lagi," kata JPU, mengutip inti peldoi bos kecap paling ternama di Sungailiat Bangka itu.

Sementara itu agenda sidang hanya sebatas pembacaan nota pembelaan oleh pihak terdakwa. Sedangkan agenda sidang selanjutnya ditetapkan pekan mendatang.

"Senin depan rencananya agenda sidang berupa replik," tegas JPU.

Seperti diketahui, Osin Efendi alias Osin alias Jungsin, Senin (29/4/2019), dituntut pidana penjara selama tiga bulan. Bos kecap merek SS dan merek Siong, produksi pabrik asal Lingkungan Kudai Sungailiat Bangka itu diyakini terbukti bersalah, melanggar Undang-Undang RI, Nomor 18, Tahun 2012 tentang pangan.

Surat tuntutan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pratama Hadi di hadapan Terdakwa Osin Efendi, saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Senin (29/4/2019). Sebelumnya disebutkan, Subdit Indag Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Babel, tahun lalu, Rabu (10/10/2018) menggerebek pabrik kecap merek SS dan Siong milik Jungsin di Lingkungan Kudai Sungailiat Bangka.

Polisi tak hanya menemukan bangkai cicak diduga tercampur bahan baku kecap, namun diduga ada zat berbahaya, termasuk limbah tebu (molase) yang digunakan dalam pengolahan kecap ini.

Namun kepada Bangkapos.com, usai penggerebekan, Tersangka Osin Efendi alias Jungsin (OS alias JS), melalui perwakilan keluarganya, yaitu Sudaryanto, Senin (15/10/2018) membantah pengolahan kecap di pabrik keluarga mereka disebut tak higienis. Sebaliknya, pengelolah pabrik kecap tersebut selalu menjaga kebersihan dan mengantongi 20 ijin dari pemerintah. Sayangnya apapun pembelaan pihak terdakwa, perkara ini tetap berlanjut ke pengadilan.

(Bangkapos/Ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved