Berita Sungailiat

Sat Pol PP Bangka Patroli Keliling Pantau Rumah Makan yang Berjualan Tidak Gunakan Tabir

Siapapun harus mematuhinya, tentunya bila tidak dipatuhi, kita akan melakukan peringatan pertama

Sat Pol PP Bangka Patroli Keliling Pantau Rumah Makan yang Berjualan Tidak Gunakan Tabir
Istimewa/Suherman
Anggota Sat Pol PP Kabupaten Bangka melakukan patroli dan sosialisasi terhadap warung makan, panti pijat, tempat karoke dan cafe yang buka selama ramadan di Kecamatan Sungailiat, pada Selasa (7/5/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Anggota Sat Pol PP Kabupaten Bangka melakukan patroli dan sosialisasi terhadap warung makan, panti pijat, tempat karoke dan cafe yang buka selama ramadan di Kecamatan Sungailiat, Selasa (7/5/2019).

Kabid Penegakkan Perundang Undangan Daerah Sat Pol PP, Pemkab Bangka Achmad Suherman, mengatakan ada beberapa warung makan yang mereka dapati belum ditutup dengan tabir, sehingga mereka berikan teguran dan sosialisasi.

"Kita pantau dan patroli seputaran Kecamatan Sungailiat, untuk rumah makan cafe dan panti pijat, rumah makan ada yang buka, tapi tidak dengan dintutup menggunakan tabir.

Selain itu ada rumah makan non muslim yang juga tidak menutup dengan tabir, peringatakan ini kita berikan untuk seluruhnya, silakan berjualan, namun warungnya harus di tutup tabir untuk saling menghargai,"ungkap Achmad Suherman kepada wartawan, Selasa (7/5/2019).

Ia menambahkan, ada beberapa warung seperti penjual es, empek empek dan sate yang didatangi oleh pihak Sat Pol PP telah mematuhi aturan harus menutup warung dengan tabir.

"Tetap ada yang menutup rata rata mau menutup, warung es, penjual empek empek dan sate , kita sambil sosialisasi terus mengingatkan untuk memasang tabir, termasuk warung kopi, ada warung non muslim tanpa kecuali,"ungkapnya.

Ia menambahkan, apabila para pedagang tidak mengindahkan himbauan dari Sat Pol PP, mereka akan memberikan tindakan tegas seperti pencabutan izin.

"Siapapun harus mematuhinya, tentunya bila tidak dipatuhi, kita akan melakukan  peringatan pertama dan sanksi tegasnya izin bisa di proses dan dicabut,"ungkapnya.

Dari surat edaran yang telah mereka sebarkan, diharapkan untuk tempat pemilih usaha rumah makan mematuhi selama bulan ramadan menghargai masyarakat muslim yang berpuasa.

"Selain rumah makan, kita melihat juga panti pijat, tetapi tutup semua,  termasuk tempay karoke, mereka ini nantinya boleh buka setelah taraweh dari pukul 21.00 WIB hingga 02.00 WIB,"tegasnya (Bangkapos/Riki Pratama).

Penulis: Riki Pratama
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved