Berita Pangkalpinang

Jemaah Calon Haji Tahun Ini Dapat Beberapa Fasilitas, Termasuk Hotel dan Konsumsi

Muhammad Ridwan mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan untuk keberangkatan jemaah.

Jemaah Calon Haji Tahun Ini Dapat Beberapa Fasilitas, Termasuk Hotel dan Konsumsi
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Kantor Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Ridwan. 

BANGKAPOS.COM - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Ridwan mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan untuk keberangkatan jemaah.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan bimbingan manasik haji di tujuh kabupaten/kota yang dimulai sejak bulan lalu. Untuk manasik akan dilaksanakan sebanyak 10 kali yakni du kali di tingkat kabupaten dan delapan kali di kecamatan.

Untuk Paspor, dikatakannya semua sudah selesai sedangkan untuk visa masih dalam proses.

Disinggung soal biometrik, dijelaskannya untuk Jemaah Babel perekaman biometrik akan dilakukan di Embarkasi Palembang sebelum keberangkatan ke tanah Suci. Disebutkannya, ada tujuh provinsi yang melalukan perekaman biometrik sebelum keberangkatan.

"Kita dan 7 Provinsi lainnya diberikan keringanan untuk perekaman dilaksanakan di Embarkasi sebelum keberangkatan, karena kita belum mempunyai perekaman biometrik yang disediakan pemerintah Saudi. Kita bersyukur ini tidak merepotkan jemaah harus bolak balik," katanya, Rabu (8/5/2019).

Selain kebijakan itu, pemerintah juga memberikan kemudahan dari sistem zonasi wilayah penentuan tempat bermukim selama di Mekah. Jika selama ini jemaah Babel dibagi dalam tiga lokasi yakni Misfalah, Raudoh, Aziziya. Maka tahun ini, semua jemaah Babel berada di satu lokasi yakni di Raudoh.

"Walaupun lain kloter bisa 1 hotel bisa juga hotel berdekatan jadi mudah untuk saling mengunjungi karena di satu lokasi dan ini mempermudah. Untuk Babel kita dikawasan Raudoh itu sama dengan DKI dan Sumsel," sebutnya.

Selain itu, untuk konsumsi jemaah juga lebih banyak yang ditanggung pemerintah yakni 35 hari ditanggung.

"Jemaah disana kan 41 hari, yang tidak ditanggung di Saudi kecuali pada H-3 wukuf di arafah dan H+3 sudah mina, 6 hari ini jemaah bayar makan sendiri mencari yang dekat hotel," katanya.

Ridwan menyebutkan, untuk konsumsi makanan yang disiapkan juga disesuaikan dengan makanan daerah asal.

"Kebijakan pemerintah, makanan yang disiapkan menu disesuaikan dengan menu daerah, misalnya Babel nanti akan ada lempah kuning, sambel terasi. Kalau selama ini jemaah susah makan karena enggak selera, maka tahun ini dibuat sesuai menu daerah," sebutnya.

"Kanwil agama Babel meminta tidak ada lagi jemaah yang bawa beras, peralatan masak, atau yang lain disana sudah tersedia. Termasuk makanan lain, enggak perlu khawatir disana sudah disediakan buah dan kue," pesannya.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved