Kisah Guru SD Tak Mengajar 7 Tahun dan Makan Gaji Buta, Terima Gaji Total Rp 435 Juta

Guru bernama Demseria Simbolon tersebut diduga tidak mengajar selama 7 tahun lamanya namun tetap memperoleh gaji.

Kisah Guru SD Tak Mengajar 7 Tahun dan Makan Gaji Buta, Terima Gaji Total Rp 435 Juta
Tribun Medan
Demseria saat berada di Kejari Binjai. 

BANGKAPOS.COM  - Seorang guru SD di Kelurahan Damai, Binjai,  Sumatera Utara harus menjalani persidangan lantaran didakwa melakukan penipuan, Jumat (3/5/2019).

Guru bernama Demseria Simbolon tersebut diduga tidak mengajar selama 7 tahun lamanya namun tetap memperoleh gaji.

Dikutip dari TribunMedan.com, Demseria menerima semua gajinya sejak 2011 lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asepte Ginting di hadapan Majelis Ketua Nazar Efriandi dalam persidangan.

"Terdakwa Demseria Simbolon yang diangkat sebagai Guru SD Nomor 027144 mendapat pembayaran gaji tahun 2011 sebesar Rp 44.901.000, tahun 2012 dapat gaji Rp 49.406.400, tahun 2013 dapat gaji Rp 52.851.600, tahun 2014 dapat gaji Rp 55.621.000, tahun 2015 dapat gaji Rp 58.325.700, tahun 2016 dapat gaji Rp 63.805.600, tahun 2017 dapat gaji Rp 63.805.600, dan tahun 2018 dapat gaji Rp 46.326.400," ungkap Asep.

Dari rincian tersebut total besaran gaji yang diterima oleh Demseria sejak 2011 lalu sebesar Rp 435.114.500.

Guru SD Nomor 027144 Kelurahan Damai Kota Binjai, Demseria Simbolon, duduk di kursi pesakitan usai memalsukan kematiannya, di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, Jumat (3/5/2019).
Guru SD Nomor 027144 Kelurahan Damai Kota Binjai, Demseria Simbolon, duduk di kursi pesakitan usai memalsukan kematiannya, di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, Jumat (3/5/2019). ((TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK))

Dalam dakwaan tersebut, Demseria disebutkan tidak pernah mengajar sejak 2011 sampai dengan Agustus 2018.

"Jumlah seluruh gaji yang diterima terdakwa Demseria dari tahun 2011 sampai Agustus 2018 sebesar adalah Rp 435.144.500. Sejak Januari 2011 sampai Agustus 2018, terdakwa tidak pernah masuk mengajar dan tidak melaksanakan tugas sebagai guru. Namun, terdakwa tetap menerima gaji dan tunjangan," ungkap Asep.

Dalam sidang lanjutan yang digelar Senin (6/5/2019) di Pengadilan Tipikor Medan, Kepala Koordinator Dinas Pendidikan Cabang Binjai Utara, Emi Sutrisnawati dan mantan Kepala UPTD Binjai Utara periode 2011-2013, Yusnan Nasution dihadirkan untuk memberikan kesaksian.

Emi menjelaskan, bahwa Demseria mengaku tidak masuk ke sekolah karena terlilit utang sampai akhirnya tidak masuk sekolah selama 7 tahun lamanya.

Halaman
1234
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved