Minggu, 12 April 2026

Pesawat Terbakar, Ada Penumpang yang Sempat Ambil Tas: Tuhan yang Bakal Mengadili Mereka

Dia mempertanyakan ada penumpang yang mengambil tas sehingga menghalangi yang lain untuk keluar.

Editor: khamelia
AFP/INSTAGRAM/HO
Potongan video dari akun Instagram Gunkevitch memperlihatkan pesawat Sukhoi Superjet 100 milik Aeroflot terbakar tak lama setelah mendarat darurat di Bandara Sheremetyevo, Moskwa, Rusia, Minggu (5/5/2019). Insiden mengakibatkan 41 orang tewas, termasuk 2 anak dan seorang awak kabin. 

BANGKAPOS.COM--Seorang penumpang selamat maskapai Aeroflot yang terbakar di bandara Moskwa, Rusia, mengungkapkan kekesalan terhadap penumpang lain yang dianggap memperlambat proses penyelamatan.

Mikhail Savchenko menumpahkannya dalam unggahan di Facebook. Dia mempertanyakan ada penumpang yang mengambil tas sehingga menghalangi yang lain untuk keluar.

"Saya tidak tahu harus berkata apa kepada mereka yang memilih lari membawa tas. Tuhan yang bakal mengadili mereka," kecamnya dikutip news.com.au Rabu (8/5/2019).

Dia mengunggah sebuah video yang memperlihatkan ada penumpang yang keluar dari pesawat Sukhoi Superjet-100 yang terbakar sambil membawa tas.

Savchenko mengaku tidak bisa memahami mengapa ada orang yang begitu bersikukuh mengambil tasnya di kabin di saat api sudah mulai melalap sayap pesawat.

Meski begitu, dia meminta supaya penumpang yang mengambil tas tidak dipersekusi. "Pastinya sulit bagi mereka sekarang. Jalan pikiran mereka hanya bisa dipahami ahli," terangnya.

Dia kemudian menegaskan ketika kejadian, dia tidak membawa tasnya maupun duduk di kelas bisnis yang membuatnya bisa lebih mudah menyelamatkan diri.

Savchenko juga menegaskan ketika merekam video momen pesawat Aeroflot terbakar, tidak ada penumpang di dekatnya yang membutuhkan pertolongan.

Lebih lanjut, Savchenko juga mengucapkan terima kasih kepada kru kabin yang sigap membantu. "Tanpa mereka, mungkin bakal lebih banyak korban," ujarnya.

Pesawat itu lepas landas selama 28 menit menuju Murmansk ketika petir dilaporkan menyambar, dan membuat pilot harus memutar balik ke Bandara Sheremetyevo Minggu (5/5/2019).

Video yang beredar memperlihatkan seorang penumpang merekam momen ketika api melahap bagian sayap pesawat saat mendarat darurat. 41 dari 78 orang dilaporkan tewas.

Media setempat mengutip pilot Denis Evdokimos yang menyatakan dia sudah melakukan semua prosedur yang diperlukan untuk pendaratan darurat.

Dia dilaporkan memutuskan tidak membuang bahan bakar yang merupakan kebiasaan ketika pesawat harus mendarat darurat demi mencegahnya terlalu berat.

Evdokimos mengaku dia tidak paham mengapa pesawat bisa mendarat keras setelah kehilangan komunikasi akibat disambar petir.

Juru bicara komite investigasi Svetlana Petrenko berkata pihaknya melihat ada tiga kemungkinan penyebab pesawat jatuh: ketidakmampuan pilot, kesalahan perangkat, hingga cuaca buruk.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved