Berita Pangkalpinang

Kepala Perwakilan BI Babel Beberkan Trend Inflasi Selama Ramadan dan Idul Fitri di Babel

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi tentang upaya menekan inflasi dalam Ramadan

Kepala Perwakilan BI Babel Beberkan Trend Inflasi Selama Ramadan dan Idul Fitri di Babel
Bangkapos.com/Krisyanidayati
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi tentang upaya menekan inflasi dalam Ramadan hingga Idulfitri nanti, di ruang rapat Tanjung Pesona, Kamis (9/5/2019). 

BANGKAPOS.COM-- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi tentang upaya menekan inflasi selama Ramadan hingga Idul Fitri nanti, di ruang rapat Tanjung Pesona, Kamis (9/5/2019).

Rapat koordinasi yang dipimpin sekda Babel, Yan Megawandi dihadiri stakeholder terkait dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel, Tantan Heroika, Satgas Pangan, otoritas transportasi pelabuhan dan bandara, bulog dan pertamina.

Kepala Perwakilan BI Babel, Tantan Heroika mengatakan, Babel perlu waspada kemungkinan meningkatnya inflasi lantaran harga bahan pangan yang cenderung meningkat belakangan ditambah lagi harga tiket pesawat yang tidak kunjung turun.

"Inflasi Babel 3,18 persen, belakangan inflasi bisa dikendalikan. Tapi jangan sampai kita jebol lagi, sampai dengan mMret masih cukup baik, hanya saja ada gap yang terlalu tinggi YoY antara tanjungpandan 4,17 persen dan pangkalpinang 2,12," kata Tantan.

Ia menyebutkan, ada beberapa masalah yang terjadi di Bulan Maret yang menyebabkan inflasi misalnya, harga bahan pangan ayam ras, bawang merah dan putih dan harga tiket yang cenderung meningkat. Hal serupa juga masih terjadi di April.

"April penyebab inflasinya masih sama, perkembangan terakhir harga bawang putih bisa tembus Rp 80 ribuan, sekarang ke Rp 50 ribuan, bawang merah awal Rp 50 sekarang hampir Rp 30 ribuan," katanya.

Dikatakan, Tantan tahun 2018 lalu selama Ramadan dan Idul Fitri laju inflasinya 1,63 persen yang dipengaruhi oleh 0,80 persen dari bahan makanan dan 0,75 persen dari tiket pesawat.

"Tahun 2019 di Ramadan dan lebaran ini kita harus bisa menekan, april saja sudah tinggi 0,80. Yang perlu dikendalikan ini dari bahan makanan. Trend penyebab inflasi ramadan dan idulfitri daging ayam, telur ayam, bawang, sayuran, dan ikan dan tiket. Hal-hal ini perlu diantisipasi," jelas Tantan.

Berdasarkan pantauan pihaknya, beberapa harga memang sudah mengalami penurunan, misalnya bawang putih, daging sapi yang relatif stabil, harga telur ayam mulai turun.

"Pantauan kita harga ayam ras sempat naik tinggi, daging sapi relatif stabil, harga telur ayam turun. Bawang putih di Pangkalpinang turun, tapi Tanjungpandan belum bergerak turun," katanya.

Untuk menekan inflasi ada beberapa hal yang bisa dilakukan misalnya ketersediaan pasokan, pasalnya bahan pokok masih dipasok dari luar. Kedua, kelancaran arus distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi efektif.

"Setiap item harus dicermati betul, ketersediaan pasokan barang, distribusinya. Jangan sampai monopoli dan mata rantai jadi panjang. Perlu didorong pendapatan masyarakat sehingga bisa dijangkau masyarakat," kata Tantan. (Bangkapos.com/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved