Pertamina Tambah Armada Kapal untuk Jaga Stok Pasokan BBM dan Gas

Pertamina telah mempersiapkan kebutuhan pasokan BBM dan Gas LPG selama Ramadan hingga Idul fitri.

Pertamina Tambah Armada Kapal untuk Jaga Stok Pasokan BBM dan Gas
Bangka Pos/Krisyanidayati
Sales Executive Retail Pertamina Babel, Denny Nugraha 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sales Executive Retail Pertamina Babel, Denny Nugraha mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan kebutuhan pasokan BBM dan Gas LPG selama Ramadan hingga Idul fitri.

Denny menyebutkan, untuk kelancaran pasokan, pihaknya telah menambah armada distribusi yakni menjadi tujuh kapal dari semula hanya empat kapal.

Ia menyebutkan, di Babel tidak terlalu tinggi lonjakan kebutuhan BBM dan Gas pada moment ramadan dan Idulfitri.

"Untuk di Babel lonjakannya tidak terlalu besar untuk wilayah kerja Sumbagsel, Babel termasuk paling kecil. Untuk kelas Gasoline bensin, pertalite dan pertamax ini naik 5 persen, kelas gasoil solar, dexlite itu ada penurunan sekitar 3 persen. Lonjakan itu terjadi di H-3 dan H+5 lebaran," kata Danny, Kamis (9/5/2019).

Untuk LPG, dikatakannya peningkatkan permintaan hanya berkisar sekitar 6 persen dan pihkanya siap menyalurkan ke tingkat pangkalan selama 24 jam.

"Peningkatakan stok sudah siapkan kenaikan 6 persen ini mengacu dari tahun sebelumnya. Untuk pulau belitung sudah mulai konversi masih tersedia minyak tanah, kita berharap masyarakat beralih ke LPG, karena minyak tanah akan tetap kita tarik," katanya.

Dikatakannya, untuk di Belitung yang menjadi kendala ialah belum ditetapkannya HET, pihaknya telah melakukan penambahan tabung LPG di belitung.

"Proses sedang berjalan, kesiapan belitung LPG memang belum ada SPBE, tapi melalui agen kami siapkan kapasitas 3 kali, kesiapan di gudang diperjalanan dan beredar masyarakat," katanya.

Pihaknya, jika memang nanti diperlukan untuk melakukan Operasi Pasar gas akan siap untuk menyiapkan pasokan.

"Untuk LPG kalau diperlukan kita akan melakukan Operasi Pasar. Permintaan yang tinggi itu 3kg, tapi yang non subsidi juga ada kenaikan cuma porsinya yang berbeda. Untuk yang subisidi kita salurkan sesuai kouta, kalau melebihi kouta kita arahkan untuk non subsidi itu ada bright gas dan Gas 12 kg," sebutnya.

Ia juga mewanti-wanti agar pangkalan tidak menjual gas ke pengecer atau toko. Jika ini ditemukan maka akan dikenakan sanksi.

"Kalau stok cukup dan sesuai kouta, kalau harga di pangkalan sesuai HET, kalau ada pangkalan yang jual tidak sesuai HET silahkan laporkan ke kami, kalau di luar itu pengecer biasanya kita akan melakukan sidak. Yang jelas kita bisa melakukan intervensi ke pangkalan, kalau terbukti pangkalan nakal bisa diberikan sanksi terberat izin nya bisa dicopot," katanya.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved