Pindah Tugas, Hakim Binsar Gultom Kasih Pesan Ini Kepada Penghuni Bekas Rumah Dinasnya

Binsar Gultom mengakhiri masa jabatannya sebagai hakim di Pengadilan Tinggi Provinsi Bangka Belitung.

Pindah Tugas, Hakim Binsar Gultom Kasih Pesan Ini Kepada Penghuni Bekas Rumah Dinasnya
(Ryan A Prakasa)
Dr Binsar Gultom SH SE MH (kanan) bersama hakim tinggi lainnya, Dr Hj Nur Aslam Bustaman SH MH (kiri) saat memberikan sambutan di sela-sela Pelepasan Alih Tugas di gedung Pengadilan Tinggi Prov Kep Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Binsar Gultom mengakhiri masa jabatannya sebagai hakim di Pengadilan Tinggi Provinsi Bangka Belitung. 

Saat acara perpisahan, Binsar Gultom mengatakan banyak kenangan yang sulit untuk ia lupakan selama bertugas di Babel.

Di antaranya urusan tanaman bunga yang dirawatnya sejak menempati rumah dinas di komplek perumahan hakim tinggi PT Babel, di Air Itam, Kota Pangkalpinang.

"Selama dua tahun menempati rumah dinas saya selalu merawat tanaman bunga. Nah saya berpesan agar tanaman bunga atau tanaman hias itu juga selalu untuk dirawat,
kasihan jika bunga itu tidak dirawat karena selain tak betah tinggal di rumah, bisa saja rumah itu menjadi sarang ular dan hantu belau," ucap hakim yang pernah menangani kasus kopi sianida di sela-sela sambutannya saat acara Pengantar Alih Tugas, Kamis (9/5/2019) di aula gedung PT Babel.

Binsar mengucapkan terima kasih karena bisa menempati rumah dinas selama ia menjabat sebagai hakim tinggi PT Babel, dan selanjutnya ia akan bertugas di PT Banten.

"Sesungguhnya kita harus bersyukur bisa menempati rumah dinas, tinggal merawatnya, tapi kebanyakan teman-teman hanya numpang lewat tidak mau merawat rumah dinas itu, hingga banyak rumah dinas tidak terurus, dengan alasan toh...mau pindah," ucapnya dengan nada bercanda.

Meski begitu hakim yang biasa disapa dengan panggilan nama akrabnya pak BG ini mengaku tak mau hitung-hitungan dana untuk merawat rumah tersebut.

"Kalau BG sih kapan pun pindah karena dinas, tak perlu perhitungan merawat rumah dinas, agar betah tinggal di rumah, nahh...ketika kita hendak pindah banyak deh yang pingin tinggal di rumah tersebut," selorohnya.

BG mengaku di tempat tugasnya yang baru, ia tidak mendapatkan rumah dinas atas jabatannya itu, dikarenakan keterbatasan jumlah rumah dinas di sana.

"Di Banten hanya tersedia 8 unit rumah dinas, sedangkan jumlah hakim tinggi lebih 20 orang. Yah...terpaksa menyewa rumah tempat tinggal dengan biaya sendiri," ujarnya.

(Bangka Pos/Ryan APrakasa)

Penulis: ryan augusta
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved