Rizal Ramli Tolak Jabatan Tinggi yang ditawarkan Presiden, Jabatan Apa Saja?

Daftar jabatan tinggi ditolak Rizal Ramli dari presiden. Kenapa dia menolak sejumlah jabatan?

Rizal Ramli Tolak Jabatan Tinggi yang ditawarkan Presiden, Jabatan Apa Saja?
TRIBUN/DANY PERMANA
Rizal Ramli Tolak Jabatan Tinggi yang ditawarkan Presiden, Jabatan Apa Saja? 

"Tidak benar bahwa TNI AD atau Babinsa memiliki data atau hasil Pemilu. Karena kami tidak ditugaskan mendata (hasil Pemilu 2019)," ujar Jenderal Andika Perkasa.

Bahkan, personel TNI yang ditugaskan membantu pengamanan pemungutan suara tidak diperkenankan masuk ke dalam TPS, melainkan berada di sekitar saja.

Personel TNI masuk TPS apabila diminta oleh penyelenggara Pemilu setempat maupun unsur kepolisian.

Itu pun terjadi hanya pada situasi tertentu saja.

Misalnya, pada situasi yang membutuhkan keberadaan personel TNI.

"Jadi, tugas TNI AD sebagaimana yang ditugaskan Mabes TNI hanyalah pengamanan. Mulai dari masa kampanye, distribusi logistik, ketika pelaksanaan dan sampai selesainya nanti. Tugas kami purely pengamanan," lanjut dia mengatakan. 

Rizal Ramli
Rizal Ramli (KOMPAS.COM)

Jenderal Andika Perkasa menilai, pernyataan Rizal Ramli tersebut agak aneh.

Sebab, hingga saat ini saja, Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih terus melakukan penghitungan perolehan suara berjenjang.

Lantas, bagaimana mungkin TNI AD dibilang sudah mempunyai hasil Pemilu, sedangkan KPU saja belum?

"Apalagi jika dibilang kami memiliki formulir C1. Tidak ada seperti itu ya," ujar Jenderal Andika Perkasa.

Meski demikian, Jenderal Andika Perkasa memastikan bahwa pihaknya tak akan membawa Rizal Ramli ke ranah hukum.

TNI AD hanya meminta publik menyadari betul bahwa unggahan Rizal Ramli tersebut merupakan kabar bohong alias hoaks sehingga tidak patut dijadikan referensi.

"Satu-satunya harapan kami ini adalah, mohon (publik) tidak digunakan itu, itu datanya bohong. Itu kan menimbulkan persepsi seolah-olah TNI AD tidak netral. Siapa yang merugi? Saya yang rugi," ujar Jenderal Andika Perkasa.

TNI AD akan menelusuri siapa personel TNI berpangkat Letnan Kolonel TNI AD yang disebut Rizal Ramli itu.

"Secara internal, kami pasti akan melakukan pemeriksaan terhadap yang diduga, apa dia Letkol AD atau pangkat lainnya dan kesatuan lain kita belum tahu," ujar Jenderal Andika Perkasa.

"Intinya, kami akan memproses hukum si pemberi informasi bohong (Letkol TNI AD) kepada salah satu tokoh bangsa. Kalau benar dia begitu, pasti akan kami proses," lanjut dia.

Jenderal Andika Perkasa sudah memerintahkan Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD dan Direktur Hukum TNI AD untuk menelusuri siapa Letkol TNI AD yang disebutkan Rizal Ramli di dalam unggahan Twitter-nya itu.

Saat ini, tim penyelidikan disebut-sebut sudah mulai berjalan.

Saat ditanya dari mana TNI AD akan memulai penelusurannya mencari si Letkol, Jenderal Andika Perkasa tidak mau menjawab rinci.

"Tak bisa kita buka. Tapi kami punya unsur pengamanan, kemudian Danpuspom, sebagai penyidik dalam sistem hukum militer. Mereka masing-masing akan bergerak mencari informasi," ujar Jenderal Andika Perkasa.

Ia sekaligus meminta apabila ada masyarakat yang mengetahui perihal informasi itu, maka diharapkan segera melaporkannya ke TNI AD.

Menurut Jenderal Andika Perkasa, memproses si Letkol jauh lebih penting daripada melaporkan Rizal Ramli ke kepolisian.

Sebab, informasi yang dikatakan Letkol kepada Rizal Ramli adalah berita bohong dan berpotensi menimbulkan persepsi bahwa TNI AD tidak netral dalam Pemilu 2019.

"Itu merupakan berita bohong yang membuat nama institusi kami tercemar," ujar mantan Panglima Komando Strategis TNI AD itu.

Kompas.com berusaha menghubungi Rizal Ramli.

Namun tidak kunjung direspons oleh mantan Menteri Koordinator Kemaritiman tersebut.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Rizal Ramli Pernah Tolak Sejumlah Posisi Empuk di Pemerintahan.

Penulis: Srihandriatmo Malau

Editor: Adi Suhendi

Editor: Evan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved