Habis Buka Puasa Bersama, 2 Remaja Tenggak Miras, Dalam Kondisi Mabuk Rampas Ponsel

Dua orang remaja warga Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta, Fendi Harjito (19) dan TR (17) nekat merampas ponsel warga.

Habis Buka Puasa Bersama, 2 Remaja Tenggak Miras, Dalam Kondisi Mabuk Rampas Ponsel
Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Dua orang remaja warga Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta, Fendi Harjito (19) dan TR (17) nekat merampas ponsel warga.

Perampasan ini dilakukan setelah keduanya mengonsumsi miras sehabis buka puasa bersama. 

Kapolsek Sewon Kompol Paimun mengatakan, peristiwa perampasan ini bermula saat kedua pelaku menghadiri buka bersama teman-temannya di Kecamatan Sewon Selasa (7/5/2019).

Seusai acara, mereka meminta uang kepada teman-temannya dengan memaksa.

Setelah mendapatkan uang, mereka lantas membeli minuman keras. Kondisi mabuk, mereka lalu berkeliling menggunakan sepeda motor.

Saat melintas di Jalan Imogiri Barat Km 9,5, tepatnya di Dusun Ngentak, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, kedua pelaku bertemu degan Yusuf Setiawan (18) bersama dua orang temannya, yang hendak membeli lampu.

"Saat situasi sepi, keduanya langsung memepet korban. Karena dipepet lalu korban berhenti dan tiba-tiba tersangka langsung minta uang ke korban untuk beli minuman," kata Paimun, dalam jumpa pers di Mapolsek Sewon, Kamis (9/5/2019).

Karena korbannya saat itu tak punya uang, pelaku meminta 4 buah ponsel yang dibawa korban sambil mengancam akan membacok.

Setelah mendapatkan ponsel, kedua pelaku melarikan diri. Korban lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Sewon.

Mendapatkan laporan, petugas kepolisian langsung melakukan pengejaran. Kedua pelaku berhasil diamankan dengan 4 ponsel yang belum sempat dijual di sekitar wilayah Kecamatan Jetis, Bantul, Rabu (8/5/2019) dini hari.

Paimun mengatakan, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Untuk pelaku yang masih di bawah umur, proses hukumnya akan menggunakan sistem peradilan anak.

"Pengakuan kedua tersangka nekat merampas HP korban karena dalam kondisi mabuk dan butuh uang," kata dia.

Editor: Herru W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved