Berita Bangka Tengah

Peserta Sebut Bimtek BPD Bateng di Bandung Hanya Habiskan Uang

Markus menilai, kegiatan tersebut hanya menghabiskan uang negara. Pasalnya, bimtek yang dijadwalkan empat hari hanya berlangsung beberapa jam.

Peserta Sebut Bimtek BPD Bateng di Bandung Hanya Habiskan Uang
Bangka Pos
Ilustrasi BPD 

BANGKAPOS.COM-- Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk ketua dan sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD), beberapa kepala desa, kecamatan serta kasi kesejahteraan desa dan kecamatan, pada tanggal 2 hingga 5  Mei lalu di Bandung.

Namun peserta bimtek, Markus menilai, kegiatan tersebut hanya menghabiskan uang negara. Pasalnya, bimtek yang dijadwalkan empat hari hanya berlangsung beberapa jam. Bahkan hari pertama, Kamis (2/5/2019) dimulai sekitar Pukul 22.00 WIB molor dari jadwal pukul 07.30 WIB.

"Saya sebagai peserta senang bisa jalan-jalan keluar daerah. Akan tetapi ini menggunakan uang rakyat, ini yang membuat saya tidak tenang. Saya protes langsung pada saat kegiatan karena jadwalnya tidak jelas, terkesan hanya habiskan uang. Hari pertama kami harus tunggu Bupati Bangka Tengah sampai pukul 22.00 WIB untuk buka acara. Acaranya tidak ada absen,"  keluh Markus, Jumat (10/5).
Markus menambahkan acara bimtek tidak ada absen masuk dan keluar setiap acara.

"Bimtek hari kedua pada Jumat tanggal 3 juga hanya beberapa jam. Lalu tidak ada absen sehingga sebagian peserta tidak ikut," ungkap Markus.

Diungkapkannya bahwa, alokasi dana dari desa untuk masing-masing peserta utusan desa sebesar Rp 4,5 juta belum termasuk uang saku dan biaya perjalanan dinas.

"Uang tersebut untuk biaya transportasi dan akomodasi serta makan minum di hotel. Akan tetapi saya menduga ada yang tidak beres dalam penggunaan anggaran tersebut. Pasalnya meski nginap di hotel, beberapa kali kami makan nasi bungkus. Bahkan sebagian peserta tidak dapat nasi bungkus. Lalu anggaran makan-minum di hotel patut dipertanyakan," ungkap Markus.

Selain itu menurut Markus,  pada hari terakhir, Minggu (5/5/2019) seharusnya pukul 12.00 WIB tetapi dipercepat pukul 05.00 WIB dengan alasan kemacetan dari Bandung ke Jakarta.

"Seharusnya peserta masih punya jatah makan. Lalu berangkat dari hotel tanpa absen sehingga sebagian peserta terpaksa ditinggalkan di hotel dan mencari kendaraan sendiri ke Jakarta," keluh Markus.

Menurut Markus, anggaran untuk bimtek cukup besar akan tetapi kegiatannya tidak jelas dan tidak maksimal.
"Ini uang rakyat. Kami yang diutus dari desa pakai uang rakyat di desa. Kalau acaranya tidak jelas, warga bisa tuding kami hanya habiskan uang desa," sesal Markus.

Terpisah Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bangka Tengah, Munzilin membantah bahwa Bimtek Pengurus BPD Bangka Tengah hanya  menghabiskan uang. Menurutnya Bimtek di Bandung berjalan lancar.
"Tidak benar acaranya tidak jelas. Semua berjalan lancar dan sesuai jadwal," tegas Munzilin. ( Bangkapos.com/Respileba)

Penulis: respileba
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved