Ustadz Abdul Somad Ungkap Sejarah Perbedaan Jumlah Rakaat Salat Tarawih, Sebut Semuanya Baik

Ustadz Abdul Somad Ungkap Sejarah Perbedaan Jumlah Rakaat Salat Tarawih, Sebut Semuanya Baik

Ustadz Abdul Somad Ungkap Sejarah Perbedaan Jumlah Rakaat Salat Tarawih, Sebut Semuanya Baik
facebook.com/UstadzAbdulSomad
Ustadz Abdul Somad Ungkap Sejarah Perbedaan Jumlah Rakaat Salat Tarawih, Sebut Semuanya Baik 

BANGKAPOS.COM---Menyambut bulan suci Ramadan 1440 H Umat Islam seluruh dunia tentunya berlomba-lomba meningkatkan ibadahnya.

Sejumlah amalan sunah satu di antaranya adalah malan Salat Tarawih.

Mulanya pemahaman akan adanya shalat tarawih di bulan Ramadhan ini adalah bentuk riil dari hadits Nabi:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa bangun (salat malam) di bulan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka diampuni baginya dosa-dosa yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Istilah tarawih sendiri belum ada pada masa Nabi. Nabi hanya mencontohkan salat malam yang beliau lakukan selama Ramadhan.

Baru belakangan di masa Khalifah Umar bin Khattab, salat di malam hari Ramadhan ini disebut tarawih, dan mulai diselenggarakan secara berjamaah.

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, disebutkan Nabi shalat di masjid Nabawi pada suatu malam Ramadhan.

Para sahabat yang tahu lantas mengikutinya. Seiring waktu semakin banyak yang mengikuti aktivitas Nabi ini.

Dua malam setelahnya, Nabi masih melakukan shalat tersebut, dan semakin banyak yang mengikuti. Namun setelah hari keempat dan beberapa hari setelahnya, Nabi tidak muncul di masjid.

Halaman
12
Penulis: zulkodri
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved