Berita Pangkalpinang

Ahli Waris Calhaj Meninggal Pilih Batal Berangkat, Proses Pengembalian BPIH Paling Lama 3 Bulan

sangat menyayangkan keputusan pembatalan tersebut, karena kesempatan untuk mendapatkan pelimpahan nomor porsi seperti ini langka

Ahli Waris Calhaj Meninggal Pilih Batal Berangkat, Proses Pengembalian BPIH Paling Lama 3 Bulan
Bangka Pos/Edwardi
Istri almarhum Abdullah Hatif Saidin, Asmara Saunik Jemahan ketika menemui Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, Hj Nurmala untuk menyerahkan berkas pembatalan, Senin (13/05/ 2019). 

BANGKAPOS.COM -- Keluarga Jemaah Calon Haji (JCH atau Calhaj) Kota Pangkalpinang atas nama Abdullah Hatif Saidin (alm) yang meninggal pada Senin, 6 Mei 2019 lalu memilih opsi pembatalan keberangkatan almarhum ketimbang melimpahkan nomor porsi kepada anak atau menantunya.

Hal ini diungkapkan istri almarhum, Asmara Saunik Jemahan ketika menemui Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, Hj Nurmala untuk menyerahkan berkas pembatalan, Senin (13/05/ 2019).

Asmara mengatakan keputusan tersebut diambil setelah bersama seluruh keluarga melakukan musyawarah beberapa hari setelah meninggalnya almarhum.

“Anak saya dan almarhum seluruhnya berjumlah 5 orang, 3 orang perempuan dan 2 orang laki-laki, kemarin juga saya sudah menawarkan kepada mereka agar ada salah satu diantara mereka yang ikut berangkat ke tanah suci tahun ini mendampingi saya, menggantikan almarhum ayahnya. Akan tetapi mereka semuanya menyatakan belum siap. Jadi kami ambil keputusan untuk melakukan pembatalan saja,” kata Asmara.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, Hj Nurmala mengatakan sangat menyayangkan keputusan pembatalan tersebut, karena kesempatan untuk mendapatkan pelimpahan nomor porsi seperti ini langka dan banyak pihak yang menginginkan kesempatan untuk berangkat ke tanah suci.

“Akan tetapi, karena hal itu sudah menjadi keputusan pihak keluarga, kami pun tidak bisa memaksa, dan proses pembatalan akan kami urus sampai selesai,” ujar Nurmala.

 Dilanjutkannya, bahwa dalam proses pembatalan tersebut, pihak keluarga dan ahli waris JCH tersebut harus melengkapi beberapa berkas persyaratan untuk diinput ke aplikasi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

"Setelah data ajuan berikut dokumen pendukung diterima Subdit Dokumen Haji, kemudian akan diteruskan ke Subdit BPIH dan BPKH yang akan mentransfer dana BPIH JCH yang bersangkutan ke bank, kemudian pihak bank mentransfer ke rekening ahli waris," jelasnya.

Ditambahkannya. di dalam Keputusan Dirjen Haji Nomor 60 Tahun 2018 tentang Pedoman Pembatalan Haji Reguler, proses pembatalan hingga dana pengembalian BPIH masuk ke rekening ahli waris hanya memakan waktu 11 hari, akan tetapi dalam prakteknya bisa memakan waktu paling lama hingga 3 bulan.

“Hal ini disebabkan karena dalam sehari Kemenag pusat bisa menerima paling sedikit 150 ajuan pembatalan JCH, baik pembatalan biasa maupun pembatalan karena meninggal dunia dari seluruh wilayah di Indonesia. Dengan jumlah yang cukup banyak tersebut tentunya prosespun akan memakan waktu yang lebih lama pula,” tukasnya.

(Bangka Pos/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved