Berita Pangkalpinang

Raih Nilai UN Tertinggi di Babel, Akmal Jihad Pilih Jurusan Teknik Informatika: Peluangnya Besar

Akmal Jihad berhasil meraih nilai tertinggi Ujian Nasional tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2019 dengan nilai 387,5.

Raih Nilai UN Tertinggi di Babel, Akmal Jihad Pilih Jurusan Teknik Informatika: Peluangnya Besar
Bangka Pos/Krisyanidayati
Akmal Jihad. 

"Waktu soalnya ada soal yang enggak paham, jadi saya ngisinya basing-basing. Tapi Alhamdullilah bisa 100," sebutnya.

Dikatakannya, dirinya memang memiliki target untuk mencapai nilai 400, namun hanya untuk memacu diri bukan untuk memaksa diri.

"Saya kemarin belajar serius itu di fisika ngulang-ngulang soal, karena banyak yang lupa kelas X dan XI. Ada memang target mau dapat 100 semua, tapi belum kesampaian baru matematika. Bahasa Indonesia dan Inggris nilainya 96, matematika 95. Saya bikin target agar terpacu dan menjadi kekuatan doa saya," ujarnya.

Disinggung akan melanjutkan pendidikan, ia belum dapat memastikan pasalnya masih harus mengikuti sejumlah tes. Kendati demikian beberapa kampus yang diincarnya diantaranya Universitas Padjajaran, Universitas Indonesia dan Universitas Pendidikan Bandung (UPI).

"Saya mau mengambil jurusan Teknik Informatika, saya mau fokus di kampus negeri jadi di luar Babel. Karena di UBB belum ada jurusan ini, ada memang di Amik tapi saya mau ke kampus negeri. Kemarin ikut SNMPTN tapi belum beruntung," katanya.

Disinggung alasan memilih kampus di luar daerah, kata dia agar pengalaman dan wawasannya semakin berkembang.

"Kalau di luar daerah kan banyak kelas internasional, dosennya juga beberapa dari luar negeri. Kenapa saya ambil IT karena saya suka matematika dan teknologi, IT ini kombinasi keduanya sesuai tuntutan zaman, dan peluangnya juga besar, fleksibel ke bidang mana saja," katanya.

Diam-diam remaja ini memiliki cita-cita ingin membuat aplikasi pendidikan yang bisa menjangkau hingga ke tingkat desa.

"Saya sebenarnya mau ambil peran dalam pendidikan, dengan ilmu IT yang dimiliki nanti saya mau bikin aplikasi pembelajaran yang simple dan fleksibel yang bisa dijangkau anak-anak di desa, karena kan maish banyak yang di desa belum terkoneksi internet, dan pendidikan di kota dengan di desa itu ada gap, makanya saya mau ciptakan solusi untuk itu," katanya.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

 
 

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved