VIDEO : Andrew Sekarat Sambil Video Call Lalu Ucap La Ilaha Illallah

Tak berapa lama warga pun datang dan Haji Ipin keluar rumah. Saat itu Haji Ipi melihat Korban, Andrew dalam keadaan terluka

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Satu-satunya saksi yang melihat duel maut Anto Iwan Vs Andrew adalah Haji Ipi (45), warga Desa Sempan Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka pada Sabtu (11/5/2019) malam.

Duel maut yang dipicu rasa cemburu ini merenggut nyawa Andrew.

"Malam itu saya mendengar ada orang minta tolong. Saya buka pintu ternyata ada orang berkelahi, bergulat dekat rumah saya, depan Masjid Albina," kata Haji Ipi yang juga pengurus Masjid Albina Desa Sempan kepada Bangkapos.com, Senin (13/5/2019).

Saat kejadian, Haji Ipi yang awalnya membuka pintu, akhirnya masuk kembali ke dalam rumah seraya menutup pintu.

"Lalu saya tutup kembali pintu rumah dan ambil HP, saya telepon warga. Sementara dua orang itu (Anto Iwan Vs Andrew) masih tetap bertarung sambil salah satunya berteriak minta tolong," katanya.

Tak berapa lama warga pun datang dan Haji Ipi keluar rumah. Saat itu Haji Ipi melihat Andrew dalam keadaan terluka, berjalan terhuyung menuju arah Jalan Sungailiat-Mentok Desa Sempan. Sedangkan lawannya, Anto Iwan sudah melarikan diri.

"Saya lihat korban (Andrew) dalam kondisi terluka, terhuyung berjalan ke arah aspal. Korban sempat video call (ke temannya), korban video call saat sedang sekarat.

Saya lihat korban video call sambil minta tolong ke temannnya di video call sambil bilang ..tolong...tolong ..tolong aku, mati aku kalau tidak ditolong," kata Haji Ipi meniru suara korban.

Tak berapa lama, Andrew roboh jatuh ke tanah masih memegang handphone (HP). Dalam keadaan nafas tersengal-sengal, korban sayup-sayup masih sempat mengucap Kalimah Allah.

"Korban roboh, tapi masih sempat mengucap, La Ilaha Illallah (Tiada Tuhan Selain Allah SWT). Di saat itu pula HP di tangan korban terlepas dari tangan, dan korban tak berdaya (meninggal dunia)," kata Haji Ipi.

Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakaili Kapolsek Pemali, Ipda Meidy didampingi Kanit Reskrim Aipda KGG Fitrian D kepada Bangka Pos, Senin (13/5/2019) mengatakan sudah memanggil beberapa saksi.

Saksi yang dimaksud, antara lain, warga Desa Sempan dan pihak keluarga korban serta Saksi ZR, janda beranak tiga yang jadi rebutan.

"Kita minta keterangan pada keluarga korban sekitar enam orang, pihak saksi ZR dan juga kawan korban (di vidiocall)," kata Kapolsek Pemali Ipda Meidy didampingi Kanit Reskrim Aipda Fitrian, seraya menyatakan, penyidikan kasus ini sedang berjalan. (Bangka Pos/Ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved