Kisah Astronot Muslim Berpuasa saat Berada di Luar Angkasa

Apakah Astronot yang Berada di Luar Angkasa Tetap Berpuasa? Tentu saja tetap harus berpuasa.

Kisah Astronot Muslim Berpuasa saat Berada di Luar Angkasa
wallart.london
Astronot di luar angkasa 

BANGKAPOS.COM - Puasa saat bulan Ramadan menjadi ibadah yang wajib dijalani umat Muslim.

Lalu bagaimana dengan astronot yang sedang berada di luar angkasa?

Tentu saja astronot tersebut tetap harus berpuasa.

Hal ini pernah dialami oleh Pangeran Sultan ibn Salman, astronot Muslim pertama berkebangsaan Arab Saudi.

Pada 1984, Pangeran Sultan bergabung dengan Space Shuttle Discovery, program pesawat ulang-alik NASA.

Kebetulan, program ini dilakukan saat Ramadan, tepanya pada 30 Agustus hingga 5 September.

"Selama bulan suci Ramadan yang jatuh di musim panas tahun itu, saya menjalani pelatihan khusus untuk perjalanan di Space Center di Houston," kata Pangeran Sultan, dikutip dari Arab News.

Space Center di Houston, Texas, AS
Space Center di Houston, Texas, AS (simpleviewinc.com)

"Saya mengalami panas dan haus hebat selama hari-hari pelatihan di sana ketika malam tidak melebihi enam jam," lanjutnya.

Pangeran Sultan melanjutkan, para dokter di NASA mengamati efek puasa pada kesehatannya.

Para dokter menegaskan, kesehatan fisiknya selama hari-hari puasa sangat baik dan ia layak untuk dikirim ke Kennedy Space Center untuk karantina medis selama tujuh hari sebelum perjalanan ruang angkasa.

Perjalanan luar angkasa dimulai

Halaman
12
Editor: tidakada016
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved