Berita Pangkalpinang

Bank Indonesia Batasi Penukaran Uang Pecahan Hanya Rp 3,7 Juta

Kami membatasi untuk satu orang Rp 3,7 juta/orang. Ini dibatasi agar semakin banyak orang yang dapat

Bank Indonesia Batasi Penukaran Uang Pecahan Hanya Rp 3,7 Juta
akun Septi Saiiank Chiiqa di FJBB
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membatasi untuk penukaran uang pecahan baru satu hanya orang hanya bisa menukarkan Rp 3,7 juta.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edhi Rahmanto Hidayat, menyebutkan pembatasan ini bertujuan untuk agar masyarakat banyak masyarakat yang mendapatkan.

Selain itu, untuk menghindari penjualan penukaran uang pecahan baru melalui pihak ketiga.

Penukaran uang ini maksimal sebesar Rp 3,7 juta per orang, yang terdiri dari pecahan Rp 20 ribu senilai Rp 2 juta, pecahan Rp 10 ribu senilai Rp 1 juta, pecahan Rp 5000 senilai Rp 500 ribu dan pecahan Rp 2000 senilai Rp 2000.

"Kami membatasi untuk satu orang Rp 3,7 juta/orang. Ini dibatasi agar semakin banyak orang yang dapat, kami masih mempercayai masyarakat, uang yang ditukarkan tidak untuk dijual kembali," kata Edhi.

Menurutnya, sejauh ini pecahan yang paling banyak diminati masyarakat di yaitu pecahan Rp 10 ribu dan Rp 5000 ribu.

"Pecahan yang paling banyak ditukar kalau pengalaman tahun lalu paling banyak Rp 5000 dan 10 ribu, paling sedikit itu Rp 20 ribu," katanya.

Pihaknya, juga mengimbau perbankan untuk menerapkan hal ini. Sehingga, masyarakat tidak sampai kehabisan untuk menukarkan uang baru.

"Sistem penukaran dibatasi karena ada yang nuker sampai Rp 10 juta, itu jangan sampai begitu, kami juga mengimbau perbankan untuk menerapkan batas penukaran, kecuali nasabah besar atau sudah janjian," kata dia.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menukar uang di tempat-tempat resmi, baik yang diselenggarakan BI maupun perbankan untuk menghindari uang palsu.

"Diharapkan masyarakat jangan menukarkan uang ke tangan ketiga, tukarkan ke bank kami sudah melayani penukaran," katanya.

Masyarakat juga diharapkan berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan metode 3D, (Dilihat, Diraba dan Diterawang) dan merawat uang dengan 5D (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas dan Jangan Dibasahi). (Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved