Berita Sungailiat

Mengkaji Politik dan Buka Puasa Bersama, Agenda Pembuka Prasasti STISIPOL 12

Momen ramadan ini adalah momen untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah antara mahasiswa dan civitas akademika.

Mengkaji Politik dan Buka Puasa Bersama, Agenda Pembuka Prasasti STISIPOL 12
IST/Stipol
Memasuki hari kesepuluh puasa bulan Ramadan 1440H, Rabu (15/5/19) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Pahlawan 12 Sungailiat menggelar rangkaian kegiatan ramadan yang dinamai Prasasati (Pekan Ramadhan STISIPOL Pahlawan 12 Asik dan Terkini) yang dipusatkan di Graha STISIPOL Pahlawan 12 Sungailiat Bangka. 

BANGKAPOS.COM -- Memasuki hari kesepuluh puasa bulan Ramadan 1440H, Rabu (15/5/19) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Pahlawan 12 Sungailiat menggelar rangkaian kegiatan ramadan yang dinamai Prasasati (Pekan Ramadhan STISIPOL Pahlawan 12 Asik dan Terkini) yang dipusatkan di Graha STISIPOL Pahlawan 12 Sungailiat Bangka.

Kegiatan Prasasti ini merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dan menggali kemampuan dan kreatifitas mahasiswa untuk tampil berani dan percaya diri serta berkomunikasi dengan baik di depan umum seperti kegiatan diskusi dan lainnya.

Selain itu juga momen ramadan ini adalah momen untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah antara mahasiswa dan civitas akademika.

Menurut Dr. Darol Arkum, Ketua STISIPOL Pahlawan 12, adapun rangkaian kegiatan Prasasti yang digagas oleh aliansi Ormawa dan UKM kampus adalah ngaji politik, buka puasa civitas akademika, santunan ke salah satu panti asuhan, pembagian takjil di seputaran sungailiat dan pesantren kilat.

"Agenda prasasti dibuka dengan mengkaji politik dan buka puasa bersama Civitas Akademika STISIPOL Pahlawan 1 serta shalat berjamaah. Untuk mengkaji politik, kita mengundang caleg terpilih dari Dapil Bangka 1 (Kecamatan Sungailiat) dr. Zarril Khifari," ungkap Doktor lulusan UGM Jogjakarta tersebut, dalam rilis yang diterima bangkapos.com, Kamis (16/5/2019).

Lebih jauh pria asal Desa Tirem Bangka Selatan ini menjelaskan, dipilihnya dr. Zarril untuk mengisi Prasasti dikarenakan motivasi dan semangat berjuangnya sangat kuat dan bisa memberikan pelajaran dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa dan civitas STISIPOL P 12.

"Yang dilakukan dr. Zarril adalah marketing politik yang apik dan segmentasi pemilih yang digarap adalah pemilih rasional. Dengan tagline “orang normal paham” segmentasi pemilihnya lebih kepada tenaga guru dan tenaga kesehatan. Beliau berjuang di dapil yang sangat ketat dan alhamdullilah berhasil dengan semangat yang luar biasa dan tanpa ada politik money untuk menjadi wakil rakyat nanti," ungkapnya.

Diuraikan Darol kembali, dengan momen bulan ramadan ini, dirinya juga berharap terutama kepada mahasiswa untuk terus semangat dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk berbuat kebaikan.

"Generasi millienial itu harus kreatif, aktif dan menjadi contoh untuk orang banyak. Jadilah agen perubahan untuk kemajuan masyarakat dan lingkungan,"katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama STISIPOL Pahlawan 12, Bambang Ari Satria menambahkan, kampus berjaket almamater kuning inj tetap fokus melakukan kajian sosial politik walau di bulan Ramadan.

Moment pasca pemilu 2019 lanjut lulusan Universitas Sriwijaya ini menjadi bahan kajian bagi kampus STISIPOL P 12 untuk menempatkan diri menjadi kampus yang bergerak dan mengkaji sosial politik.

"Kita terus memberikan pembelajaran kepada mahasiswa dan masyarakat serta dunia pendidikan karena orang tahu kajian sosial politik pasti STISIPOL Pahlawan 12," terang Bambang.

"Alhamdullilah lancar, pahala dapat, ilmu juga serta sharing pengalaman dapat. Semoga momen Prasasti ini menjadi salah satu momen untuk kita lebih baik lagi dalam hal berparadigma," tutup Bambang.

Kegiatan ngaji politik diikuti mahasiswa kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan ustadz Edi Jaelani.

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved