Para Pelaku Kasus Dugaan Bully Audrey Terima Sanksi Sosial Selama 3 Bulan, Ini Bentuk Hukumanya

Para Pelaku Kasus Dugaan Bully Audrey Terima Sanksi Sosial Selama 3 Bulan, Ini Bentuk Hukumanya

Para Pelaku Kasus Dugaan Bully Audrey Terima Sanksi Sosial Selama 3 Bulan, Ini Bentuk Hukumanya
Facebook Tribun Pontianak
Konferensi Pers Pelaku Penganiayaan Audrey 

BANGKAPOS.COM - Kasus dugaan bully Audrey di Pontianak kini menemui titik terang setelah kedua belah pihak antara Audrey dan siswi SMA yang diduga mem-bully mencapai kesepakatan.

Kesepakatan ini dicapai saat diversi di Pengadilan Negeri (PN) Pontianakpada Selasa (14/5).

Walau penyelesaian kasus yang ditimpa Audrey ini diselesaikan di luar peradilan pidana, ketiga siswi SMA yang diduga telah mem-bully Audreyharus melaksanakan kesepakatan.

Deni Amirudin, selaku penasehat hukum pelaku menyatakan kalau pihaknya menerima tiga poin yang didapat dari hasil diversi di PN Pontianak.

Menurutnya, walaupun ini diversi yang ketiga dirinya sangat bersyukur.

"Alhamdulillah berhasil, mungkin ini berkah Ramadan," ucapnya.

Poin pertama dari kesepakatan ini adalah, pihak keluarga pelau bersilaturahmi ke pihak keluarga korban.

Kedua, pihak pelaku harus melakukan permintaan maaf di media massa sleama 3 hari berturut-turut.

Ketiga, pihak pelaku harus menjalani sanksi sosial yang direkomendaiskan oleh BPAS (Balai Pemasyarakatan.

"Misalkan buka puasa bersama, nanti anak-anak dan orangtuanya kita temukan," kata Deni.

Halaman
12
Editor: teddymalaka
Sumber: Hai
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved