Wiki Bangka

Perjalanan Karir Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana, Menjadi Polisi Terinspirasi Film Detektif

Heboh film bergenre detektif pada tahun 1998 menjadi inspirasi bagi Yudhis Wibisana kala itu berkeinginan untuk menjadi seorang polisi.

Perjalanan Karir Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana, Menjadi Polisi Terinspirasi Film Detektif
Istimewa
Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana 

BANGKAPOS.COM -- Dibesarkan dari keluarga polisi membuat Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana tak asing lagi dengan suasana militer. Namun siapa yang menyangka keinginannya menjadi polisi justru bukan karena dorongan dari sang ayah ataupun kakek yang merupakan pensiunan polisi.

Heboh film bergenre detektif pada tahun 1998 menjadi inspirasi bagi Yudhis Wibisana kala itu berkeinginan untuk menjadi seorang polisi.

"Dulu itu waktu jaman SMA ada ngetop film-film detektif yang menyelediki sebuah kasus dan suka nangkap orang. Mulai itu lah saya terinspirasi menjadi polisi," ujar Yudhis kepada posbelitung.co, Selasa (14/5).

Memiliki ayah seorang perwira polisi, Yudhis dan keluarga sudah biasa hidup berpindah-pindah mengikuti tugas sang ayah. Saat berusia enam tahun, pria kelahiran Jakarta, 26 Desember 1977 ini harus pindah mengikuti ayahnya.

Putra pertama dari pasangan Dadang SJ dan Annie S ini menempuh pendidikan sekolah dasar di SD Negeri 17 Pontianak. Lalu, melanjutkan jenjang sekolah menengah pertama di SMP Negeri 1 Lembang, Bandung.
Beranjak dewasa, keluarganya kembali pindah. Yudhis menempuh pendidikan jenjang sekolah menengah di SMA Negeri 5 Palembang.

Setelah menerima ijazah SMA, ia langsung memutuskan mendaftarkan diri sebagai seorang taruna AKABRI. Namun perjalanan impiannya kala itu menjadi seorang polisi kandas. Ia tidak lulus seleksi dikarenakan faktor usia yang tidak memenuhi syarat.

"Saya tamat SMA itu umur 17 tahun. Sedangkan waktu seleksi tanggal 1 Agustus harus 18 tahun makanya saya gak lolos, padahal sudah sampai pantohir. Tahun berikutnya saya ikut tes lagi," ungkapnya.

Akhirnya Yudhis memutuskan berangkat ke Bandung menempuh pendidikan tinggi di Universitas Islam Bandung mengambil jurusan ekonomi. Ini diambilnya demi menghilangkan status pengangguran menjadi seorang mahasiswa pasca gagal tes kepolisian.

"Karena kuliah ini bukan dari hati nurani, hanya untuk mengambil status mahasiswa dari pada nganggur makanya tidak selesai. Tahun depannya, teman-teman di Palembang nelpon, ngajak daftar polisi lagi makanya saya pulang dari Bandung," katanya.

Pada 1996, Yudhis kembali mendaftarkan diri sebagai calon taruna dengan persiapan yang lebih matang. Akhirnya, Agustus 1996, ia resmi masuk taruna AKABRI dan menempuh pendidikan selama tiga bulan dibuka Magelang.

Halaman
123
Penulis: Dede Suhendar
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved