Berita Pangkalpinang

47 Calhaj Pangkalpinang Kuota Tambahan Siap Lunasi BPIH Tahap 3

Daftar nama JCH Kota Pangkalpinang yang masuk dalam kuota haji tambahan baru kami terima siang

47 Calhaj Pangkalpinang Kuota Tambahan Siap Lunasi BPIH Tahap 3
Bangkapos/Edwardi
Hj Nurmala, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang menerima keluarga JCH lansia yang masuk kuota haji tambahan 2019. 

BANGKAPOS COM, BANGKA -- Penetapan Kuota Haji Tambahan Tahun 2019 yang diatur dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 176 Tahun 2019 mebyatakan Kota Pangkalpinang mendapat jatah 47 Jemaah Calon Haji (JCH atau Calhaj) tambahan.

"Daftar nama JCH Kota Pangkalpinang yang masuk dalam kuota haji tambahan baru kami terima siang ini dari Kantor Wilayah, jumlah seluruhnya ada 47 orang,  terdiri dari 28 orang JCH lansia beserta pendamping,

dan 19 orang JCH reguler nomor porsi berikutnya yang berhak melakukan pelunasan pada tahap 3,” kata Hj Nurmala, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, Jumat (17/05/2019) di kantornya.

Dilanjutkannya, setelah daftar tersebut diterima, langsung secepatnya menghubungi JCH yang bersangkutan via telepon, mengingat waktu pelunasan BPIH tahap 3 yang telah ditentukan relatif singkat, yakni 8 hari mulai tanggal 21 hingga 28 Mei 2019.

“JCH yang bersangkutan kami hubungi agar dapat segera melakukan persiapan, seperti, mengumpulkan pas foto, melakukan pemeriksaan kesehatan plus suntik vaksin (meningitis dan influenza), serta pembuatan paspor,” ujar Nurmala.

Diungkapkannya, ada satu proses yang harus dijalani oleh para JCH sebelum melakukan pelunasan, yang memakan waktu relatif agak lama, yaitu pemeriksaan kesehatan dasar. 

Hal ini diatur dalam Permenkes No. 16 Tahun 2016 dan surat edaran Dirjen Haji No.4001 Tahun 2018 untuk menentukan apakah JCH tersebut memenuhi syarat istito’ah (mampu) secara kesehatan atau tidak.

"Setelah dinyatakan istito’ah secara kesehatan, baru kemudian JCH yang bersangkutan boleh melakukan pelunasan BPIH," tukasnya.

Dijelaskannya, pemeriksaan kesehatan dasar berupa general check up yang meliputi, tes darah, urine, rekam jantung (EKG), dan rontgen, dengan alur JCH yang bersangkutan datang ke Puskesmas yang ditunjuk, lalu kemudian mendapat rujukan ke Rumah Sakit  untuk melakukan pemeriksaan.

"Setelah itu dokumen hasil pemeriksaan dibawa lagi ke puskesmas untuk diverifikasi guna menentukan istito’ah atau tidaknya secara kesehatan,” jelas Nurmala.

Dilanjutkannya, setelah dinyatakan memenuhi syarat, baru kemudian petugas puskesmas menginput data JCH yang bersangkutan ke aplikasi Sisitem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes)

yang terintegrasi langsung dengan aplikasi Siskohat Kemenag dan Bank Penerima Setoran Biaya penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH), sehingga JCH tersebut bisa langsung melakukan pelunasan.

"Kami berharap dengan adanya kuota tambahan ini para JCH dapat lebih bersyukur, mempersiapkan diri dengan baik mulai dari persiapan kelengkapan berkas administrasi, finansial, dan kondisi fisik, sehingga dapat berangkat tanpa kendala hingga ke tanah suci," harapnya.

Sebelumnya diketahui kuota haji tambahan tahun 2019 untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 186 orang, dengan rincian 93 orang JCH lansia beserta pendamping dan 93 orang JCH regular nomor porsi berikutnya. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved