Berita Pangkalpinang

Wawan : Percuma Rehabilitasi Kalau Masih Ada Tambang

Wawan juga mengatakan jika, limbah dari pertambangan kapal isap di laut membuat pantai tidak hanya berpasir namun juga berlumpur.

Wawan : Percuma Rehabilitasi Kalau Masih Ada Tambang
(Muhammad Rizki/R1)
Wawan Ridwan, Kepala seksi dan konservasi ekosistem pesisir dan laut DKP Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Seksi Konservasi dan Rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bangka Belitung Wawan Ridwan mengatakan percuma melakukan rehabilitasi perbaikan di laut jika masih ada penambangan di sana.

"Kalau memang di sana lokasinya masih ada pertambangan, percuma juga," ujar Wawan, Kamis (16/5) kepada Bangka Pos.

Tak hanya itu, Wawan juga mengatakan jika, limbah dari pertambangan kapal isap di laut membuat pantai tidak hanya berpasir namun juga berlumpur.

Ia memberikan contoh seperti di Pantai Pasir Padi yang menurutnya sudah terkena imbas kerusakan alam, dikarenakan penambangan yang menggunakan kapal isap.

Wawan menambahkan walaupun kapal isap tersebut berada jauh dari pantai, namun limbah dari penambangan tersebut larinya tetap juga ke pantai.

"Menambang itu walaupun jauh, tapi limbah lumpurnya itu pasti ke pantai juga, lihat di Pasir Padi, ada kapal isap di sana, meskipun jauh tetapi limbah lumpurnya tetap kena juga. Jadi bukan pasir tapi lumpur," ujarnya.

Ia pun memberikan informasi berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Bangka Belitung (UBB) jika ekosistem terumbu karang sudah rusak, akibat dari tambang tersebut.

Menurutnya arti dari konservasi yang diupayakan oleh DKP adalah untuk menjaga agar ekosistem laut di pulau Babel tidak rusak serta bertujuan untuk melestarikan ekosistem, namun ia tidak memungkiri jika pertambangan yang merusak laut juga exist di pulau Babel ini.

Ketika ditanya tentang pantauan DKP perihal kondisi kerusakan laut di Babel, wawan mengatakan jika dirinya tidak mengetahui pasti, namun ia meyakini jika hampir semua wilayah perairan khususnya di pulau Bangka sudah rusak dikarenakan pertambangan.

Dan rencananya di tahun 2020 pihaknya akan membuat kajian lebih lanjut, lokasi mana saja yang perlu di rehabilitasi ekosistem terumbu karangnya, dan harus dipastikan terlebih dahulu jika dilokasi tersebut tidak terdapat lokasi pertambangan.

"Kalau misalkan ada lokasi tambang ya percuma juga direhabilitasi, karena terumbu karangnya juga banyak endapan lumpurnya yang buat rusak,"

Wawan menginginkan jika konservasi ini bukan hanya sekedar pembentukan sebuah rencana pengelolaan zonasi, tapi bagaimana kedepannya kawasan zonasi tersebut dapat dimanfaatkan. Jangan sampai setelah dibentuk kawasan konservasi tidak dimanfaatkan.

Hal ini tidak terlepas dari masih kosongnya UPTD yang bertugas untuk mengelola kawasan konservasi tersebut. Sehingga ia mendorong pemerintah untuk membentuk UPTD yang bertugas untuk mengelola kawasan konservasi tersebut.

(Bangkapos/Muhammad Rizki/R1)

Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved