Wiki Bangka

Pernah Berjualan Cabai dan Kuli Bangunan Inilah Kisah Sukses Ketua KPU Provinsi Babel

Keinginannya untuk menjadi pengacara dikarenakan dari dulu Davitri adalah tipe orang yang tidak tega jika melihat orang lain ditindas

Pernah Berjualan Cabai dan Kuli Bangunan Inilah Kisah Sukses Ketua KPU Provinsi Babel
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Ketua KPU Babel Davitri 

Bergerak seperti air. Diam seperti cermin. Bergerak seperti gema -Davitri-

BANGKAPOS.COM-- Ingin jadi seorang pengacara, itulah cita-cita dari seorang Davitri kecil, pria yang sekarang dikenal sebagai orang ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bangka Belitung ini menghabiskan masa kecilnya di Tempilang Kabupaten Bangka Barat.

Keinginannya untuk menjadi pengacara dikarenakan dari dulu Davitri adalah tipe orang yang tidak tega jika melihat orang lain ditindas, sehingga ia gemar memberikan advokasi bagi siapapun yang ia anggap tertindas, namun apa daya, keinginannya untuk menjadi seorang pengacara pupus, saat sang almarhum ayah karena keterbatasan biaya memintanya untuk berkuliah dijurusan FKIP Universitas Sriwijaya (UNSRI).

"Saya ini adalah orang yang hobi memberikan advokasi kepada orang lain, saya dari kecil sudah peduli kalau melihat orang lain tertindas, hati nurani saya selalu memberontak apabila melihat orang lain tertndas," ujar Davitri, Jumat (17/5) saat ditemui diruang kerjanya.

Pria yang memiliki hobi membaca ini lahir dari kedua orangtua yang berprofesi sebagai petani.

Kehidupan Davitri pada masa kecil bisa dikatakan pas-pasan, oleh karena itulah selain bersekolah ia dari kecil sudah rutin membantu orang tua berkebun.

Selain itu untuk membantu perekonomian keluarga sejak duduk di bangku sekolah dasar Davitri sudah rutin membantu orangtuanya untuk menjual hasil perkebunan orangtuanya, seperti mentimun, cabai, dan terong.

Ada hal yang unik pada saat Davitri menjajahkan dagangan orangtuanya, ketika barang dagangannya tidak laku Davitri kecil pun merasa malu, sehingga ketika membawa pulang dagagannya Davitri sengaja lewat belakang rumahnya agar tidak dilihat oleh para tetangganya jika dagangannya tidak laku.

"Saya ingat betul dulu waktu bawa dagangan yang ga laku ada tetangga yang bertanya, Ngapa ikak jual cabe liwat jalan belakang ? saya jawab saja, kami lah nek pulang, malu dek laku," ujar Davitri sambil tertawa mengingat perjuangan masa kecilnya.

Ia mengatakan berkat didikan dari sang almarhum ayahnya yang cukup keras membuat mental Davitri terbentuk, dirinya menjadi sosok seorang pekerja keras dan tak pandang dengan pekerjaan, selagi pekerjaan itu halal, ia akan dengan senang hati melakukan pekerjaan tersebut.

Halaman
123
Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved